Bulan Suci Ramadan
Ini Pertama Kalinya Hari Raya Idul Fitri Dirayakan Seluruh Umat Muslim di Dunia
Tahun ke-2 Hijriah, puasa Ramadhan untuk pertama kalinya dijalani umat Islam, sekaligus untuk pertama kalinya pula Idul Fitri dirayakan
اَللهُ اَكْبَرُ لاَاِلٰهَ اِلاَّاللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَعَبْدَهُ وَاَعَزَّجُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأ َحْزَابَ وَحْدَهُ
Pihak muslimin hanya butuh beberapa jam dan selesai sedikit lewat tengah hari mengakhiri perang, ringkas Karen Amstrong dalam karya antropologisnya ‘Muhammad: Biography of the Prophet‘.
Dilihat dari jumlah pasukan yang timpang, sungguh ini kemenangan yang menakjubkan.
Efek moral dari kemenangan Badar ini pun terasa cukup besar, sehingga Nabi dan kaum muslimin yang selama ini menjadi sasaran cemoohan, berbalik mendapat kepercayaan diri dan kehormatan dari berbagai kalangan.
Perayaan Idul Fitri sejatinya, asal-muasalnya tidak hanya lahir dari latar historis kemenangan Badar.
Dalam ‘Ensiklopedi Islam‘ disebutkan, bahwa jauh sebelum ajaran Islam turun, masyarakat Arab sudah memiliki dua hari raya, yakni Nairuz dan Mahrajan, keduanya berasal dari zaman Persia Kuno.
Biasanya, mereka merayakan kedua hari raya itu dengan menggelar pesta pora.
Seiring turunnya kewajiban menunaikan ibadah puasa Ramadhan pada tahun ke-2 Hijriah itulah, turun kemudian hadis Nabi, “Sesungguhnya Allah mengganti kedua hari raya itu dengan hari raya yang lebih baik, yakni Idul Fitri dan Idul Adha.”
• Inilah Aturan MUI Kota Tangerang Soal Pelaksanaan Salat Idul Fitri 1441 Hijriah
Di Idul Fitri pertama inilah kaum muslimin merayakan dua kemenangan perdana, yaitu pencapaian ritual puasa Ramadhan dan keberhasilan di Perang Badar.
Narasi antar kedua peristiwa ini menjadi relasi yang tak terpisahkan dalam memaknai kemenangan; dari perspektif spiritual, juga sosial.
Sejarah Hari Raya
Sebelum ajaran Islam diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw di Makkah, masyarakat Jahiliyah Arab sudah memiliki dua hari raya, yakni Nairuz dan Mahrajan.
Kaum Arab Jahiliyah menggelar kedua hari raya itu dengan menggelar pesta-pora.
Selain menari-nari, baik tarian perang maupun ketangkasan, mereka juga merayakan hari raya dengan bernyanyi dan menyantap hidangan lezat serta minuman memabukkan.
’Nairuz dan Mahrajan merupakan tradisi hari raya yang berasal dari zaman Persia Kuno,’’ tulis Ensiklopedi Islam.
• TATA Cara Salat Idul Fitri di Rumah Sesuai Fatwa MUI Saat Kondisi Pandemi Covid-19
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/ucapan-selamat-hari-raya-idul-fitri-2020.jpg)