Sebelum PSBB, Pihak Masjid As Syarif Serpong Tutup Kegiatan Ibadah Termasuk Salat Idul Fitri Nanti

Sejauh ini, kata Amir, para jamaahnya juga tidak banyak yang protes dari meski banyak kegiatan ibadah di masjid yang tertangguhkan pada Ramadan ini

Warta Kota/Rizki Amana
Masjid As Syarif, Al Azhar BSD, Serpong, Tangerang Selatan. 

Sementara itu, pihak Masjid As Syarif, Al Azhar BSD, Serpong, Tangsel, tetap mendukung kebijakan Pemerintah Kota Tangerang Selatan yang memperpanjang masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga 31 Mei nanti.

“Kami dari sebelum adanya penerapan PSBB sebenarnya sudah tidak melaksanakan kegiatan apapun, mulai awal Maret (2020) mayoritas masjid-masjid yang ada di BSD sudah tutup,” kata Sekretaris Masjid As Syarif, Al Azhar BSD, Amir Ma’ruf kepada Wartakotalive.com saat dikonfirmasi, Senin (18/5/2020) malam.

Amir menjelaskan pihak pengelola masjid hanya memberhentikan kegiatan ibadah yang sifatnya dapat mengundang banyak orang termasuk ibadah Salat Id.

Pihaknya memastikan bila para jamaahnya mengerti dengan kondisi tidak diselenggarakannya ibadah Salat Id pada Hari Raya Idul Fitri tahun ini.

Sejauh ini, kata Amir, para jamaahnya juga tidak banyak yang protes dari meski banyak kegiatan ibadah di masjid yang tertangguhkan pada Ramadan tahun ini.

“Mereka (jamaah) sudah tahu, dari ramadan saja kita enggak ada kegiatan. Artinya dengan ini pun mereka sudah paham bahwa memang masjid otomatis tidak melakaanakan secara massal (ibadah salat id),” papar Amir.

“Adzan kita tetap berkumandang hanya untuk memberikan waktu masuk salat pada warga sekitar. Alhamdulillah mayoritas warga sekitar juga paham, tidak rumit, dan tidak banyak kontroversi (saat penutupan). Jadi kita paham dengan situasi dan kondisi,” ujarnya lagi.

Seperti diketahui Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) memperpanjang masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sejak 18 Mei hingga 31 Mei 2020.

Diwartakan sebelumnya, Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany melarang tiap-tiap masjid untuk menggelar kegiatan salat ied yang berpotensi mengundang kerumunan massa.

Ia megatakan kebijakan tersebut sesuai dengan penerapan PSBB yang sedang berlangsung di wilayah kerjanya drngan target memutus mata rantai penyebaran wabah virus corona.

“Sudah jelas bahwa dinyatakan PSBB diperpanjang. Sekolah di rumah, beribadah di rumah, dan bekerja di rumah. Maka di sepakati untuk Salat Ied itu juga tidak ada,” kata Airin saat ditemui di Kantor Wali Kota Tangsel, Ciputat, Tangsel, Senin (18/5/2020).

Penulis: Rizki Amana
Editor: Dedy
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved