Selasa, 5 Mei 2026

Berita Video

VIDEO: Terimbas Corona, Pedagang Bedug Musiman di Tanahabang Gigit Jari

Faktor pandemi covid-19 menyebabkan jumlah pedagang bedug pada tahun 2020 di kawasan Tanah Abang cenderung menurun

Tayang:
Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Ahmad Sabran
Warta Kota
para pedagang bedug musiman 

WARTAKOTALIVE.COM, TANAH ABANG--Menjelang hari raya Idul Fitri, para penjual Bedug musiman memenuhi sekitar Jalan KH. Mas Mansyur Tanah Abang, Jakarta Pusat. Namun pada tahun ini justru nampak lebih sedikit dibandingkan tahun lalu.

Faktor pandemi covid-19 menyebabkan jumlah pedagang bedug pada tahun 2020 di kawasan Tanah Abang cenderung menurun dibandingkan tahun lalu.

Pantauan Wartakotalive.com meski masih ada beberapa pedagang yang berjualan bedug, namun jumlahmya lebih sedikit, selain itu para penjual bedug hanya berkumpul di satu titik saja, tidak menyebar di beberapa titik.

Beberapa bedug yang dijual ini, terlihat dipajang dipinggiran jalan, sedangkan ada pula bedug berukuran berbahan ember digantung diantara tenda-tenda, tempat para penjual bedug.

Nampak terlihat para penjual duduk santai di bawah tenda yang mereka dirikan sambil menunggu pelanggan yang akan membeli bedug, hanya saja tahun ini kondisinya sangat jauh berbeda dibandingkan tahun lalu.

Salah satu penjual bedug musiman di Tanah Abang, Ridho (56) mengatakan jika penjualan bedug tahun ini merosot drastis dibandingkan tahun lalu, hal ini diakibatkan dampak dari pandemi covid-19.

"Ya adanya kejadian ini beda bener dibandingkan tahun lalu. Untuk sekarang ini bisa dibilang turun sampai 50 persen," kata Ridho ditemui di Tanah Abang, Minggu (17/5/2020).

Dikatakan Ridho, ditahun lalu, ia mulai beroprasi jualan bedug di Tanah Abang 1 minggu menjelang puasa, namun di tahun ini ia baru mulai berjualan 1 hari jelang puasa, hingga malam takbiran nanti.

Hingga hari ini, Ridho mengaku baru menjual 5 bedug, setelah beberapa hari berjualan. Padahal di tahun lalu, menurut Ridho, 20 hari berjualan sudah menjual lebih dari 50 bedug.

"Kalo tahun lalu udah 20 bedug yang dijual, kalo sekarang paling 5 bedug," katanya.

Meski tahu betul jika daya beli menurun, Ridho mengaku tak punya pilihan lain untuk tetap mencari pendapatan tambahan dengan berjualan bedug, meski hanya musiman ditengah pandemi covid-19 seperti ini.

Agar tak merugi, Ridho pun terpaksa harus mengurangi pembuatan bedug. Jika tahun lalu bisa membuat 200 bedug, tahun ini ia hanya menjual 20 bedug saja.

"Ya kita ngak punya pilihan lain, ibaratkan ini keterampilan kita ya, kalo mau lebaran gini, apalagi sekarang masa lagi begini ya daripada minta mending jualan yang kita bisa," ujarnya.

Terkait harga dikatakan Ridho, tidak ada perubahan meski kondisinya saat ini tengah diterpa wabah covid-19, untuk bedug berukuran besar dan kulit sapi dibandrol harga berkisar Rp. 500.000-Rp 1 juta sedangkan untuk bedug kecil berbahan ember dengan kulit kambing dijual dengan harga Rp. 80 ribu.

Sementara itu, Aziz menyampaikan jika memang penjualan bedug tahun ini sangat berbeda jauh dibandingkan tahun sebelumnya. Ia mengaku memang tahun ini ada penurunan daya beli, ia menilai penurunan akibat pandemi covid-19.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved