TV Android

Mengubah Pesawat TV Lama Menjadi Smart TV dengan Android TV Box, Cara Mudah dan Murah

Di saat PSBB di DKI Jakarta dan sejumlah kota lainnya di Indonesia, tentulah keberadaan smart TV di rumah menjadi amat bermanfaat

Bambang Putranto
Tampilan Android TV 

Semenjak muncul istilah "smart phone", lantas aneka produk dengan label "smart" pun menyusul, misalnya "smart televison" dan "smart home". Label "smart" pada produk-produk susulan tersebut memang berbeda jauh kemampuannya dibandingkan dengan produk yang tidak "smart".

Menyusul "smart phone", produk "smart TV" sejak beberapa tahun terakhir ini mulai mencuri popularitas di Indonesia. Boleh dikata hampir semua brand televisi menggeluarkan produk smart-nya. Beragam ukuran layar mereka gelontorkan tersedia. Pilihan begitu banyak ragam.

Di saat pemberlakuan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta dan sejumlah kota lainnya di Indonesia, tentulah keberadaan smart TV di rumah menjadi salah satu alat yang bermanfaat untuk mengisi waktu. Dengan menggunakan TV pintar kita bisa mendapatkan "channel" jauh lebih banyak dari TV kabel berbayar, bahkan nyaris tanpa batas, baik yang gratisan maupun berbayar.

Pada dasarnya smart TV adalah sama dengan smart phone Android. Yang membedakan cuma bodi dan sistem operasinya (OS). Semua brand smart TV yang beredar di Indonesia berbasis Android. Ada beberapa merek yang menggunakan OS besutannya sendiri, meskipun "mesin intinya" tetap Android. Sedang sejumlah brand menggunakan OS "Android TV" besutan Google.

Lantas apakah TV "bodoh" bisa jadi "pintar"? Pada dasarnya semua jenis pesawat TV, baik TV tabung maupun layar datar, bisa menjadi TV cerdas. Hanya saja pilihan alat (device) yang paling banyak untuk "memintarkan" TV bodoh adalah untuk televisi yang mempunyai colokan HDMI. Colokan ini fasilitas standar pada TV layar datar.

Oleh karena itu jika kita mempunyai pesawat TV layar datar yang masih bagus, memang lebih baik menambahkan alat untuk membuatnya pintar, ketimbang membeli TV pintar. Hitungan "investasi" lebih murah membeli alat TV pintar, ketimbang membeli TV pintar baru.

Perangkat Android TV buatan Xiaomi. Alat remote berfungsi juga sebagai mikrofon
Perangkat Android TV buatan Xiaomi. Alat remote berfungsi juga sebagai mikrofon (Bambang Putranto)

Di pasar ada banyak pilihan alat TV pintar. Pada pasar alat ini Apple hadir dengan nama Apple TV, di antara produk yang didominasi Android. Device yang berbasis Android punya nama "generik" Android TV Box, karena pada umumnya berbentuk kotak.

Untuk mendapatkan device tersebut sangat gampang. Tinggal masuk ke situs market place. Hanya saja perlu diperhatikan jika barang dikirim dari luar negeri harus bayar PPN dan bea masuk. Penjual dalam negeri juga sudah banyak.

Harga yang ditawarkan bervariasi. Namun, harus diperhatikan pepatah "ada harga ada barang". Supaya tidak buang uang, dan hati kesal, jangan membeli device yang tak jelas vendor-nya, meskipun menjanjikan OS Android versi terbaru.

Salah satu TV box yang terbukti andal adalah Xiaomi Mi Box versi global, yang sudah mendukung tampilan tayangan 4 K. Sistem operasinya menggunakan Android TV, Google punya. Semula basisnya Android 8, kemudian mendapatkan update menjadi Android 9.

Alat ini sudah mendukung pencarian menggunakan suara. Alat remote berfungsi juga sebagai mikrofon.

Namun, alat ini hanya mendukung koneksi wifi. Tidak ada koneksi LAN. Maka untuk mendapatkan unjuk kerja yang optimum, pancaran wifi-nya kudu prima.

Pengoperasian Android TV Box ini juga gampang. Setting-nya sederhana, dan mudah dipahami.

Fitur chromecast pada Android TV Box
Fitur chromecast pada Android TV Box (Bambang Putranto)

Alat ini juga mendukung Chromecast, piranti lunak untuk menghubungkan banyak aplikasi di HP Android sehingga bisa ditampilkan di televisi. Misalnya, Anda bisa menonton koleksi film Anda yang tersimpan di HP di pesawat televisi, asalkan dalam satu jaringan wifi yang sama.

Lantas apa saja yang bisa didapat dari Android TV Box ini? Selain menu-menu channel bawaan (default), Anda bisa menambahkan channel atau aplikasi lainnya, termasuk games. Bahkan film-film yang baru beredar di bioskop pun bisa ditonton gratis, tentu saja asal Anda tahu caranya.

Penulis: Bambang Putranto
Editor: Bambang Putranto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved