Liga Inggris
Roy Hodgson Tidak Takut pada Corona
Pelatih tertua di Liga Inggris saat ini, Roy Hodgson, mengatakan dirinya tidak takut menghadapi pandemi corona.
Penulis: Valentino Verry | Editor: Valentino Verry
Pelatih tertua di Liga Inggris saat ini, Roy Hodgson, mengatakan dirinya tidak takut menghadapi pandemi corona.
"Saya bersedia ikut ambil bagian pada kelanjutan kembali Liga Inggris," kata pelatih klub Crystal Palace ini.
Hodgson, kini berusia 72 tahun, terbilang berada di usia yang rentan terjangkit infeksi corona. Bahkan, Hodgson sudah menyetujui penggawanya berlatih kembali pekan depan.
"Usia adalah usia. Hal itu merupakan cara memahaminya bahwa usiamu tidak ada relasinya dengan kesehatanmu," tutur mantan manajer di Liverpool dan Inter Milan ini.
"Saya akan sangat bahagia bila kembali bekerja," imbuhnya.
Bek Newcastle United Danny Rose dan bintang Manchester City Sergio Aguero serta Raheem Sterling adalah pemain yang masih khawatir bahwa kelanjutan liga pada Juni terlalu dini.
Hodgson mengatakan, bos Crystal Palace Steve Parish tidak merasa bermasalah bila ada pemainnya yang memilih belum bergabung lantaran menanti kondisi aman.
Tidak semua pemain dari klub Premier League yang sepakat dengan keputusan menggelar sisa laga musim 2019/2020 dalam masa pandemi virus Corona. Dan klub tidak boleh memaksa jika mereka memang tidak sepakat.
Beberapa waktu lalu, pemerintah Inggris telah mengizinkan klub untuk mengorganisir latihan lagi. Sebelumnya seluruh masyarakat diwajibkan untuk tinggal di rumah guna menekan penyebaran virus Corona.
Tentu saja, klub diharuskan untuk mengikuti beberapa regulasi agar keselamatan pemain terjamin. Salah satunya adalah dengan menerapkan skema social distancing selama sesi latihan berlangsung.
Bukan cuma itu, semua pemain juga diwajibkan menjalani proses pemeriksaan untuk mengetahui kondisinya. Mereka dilarang berlatih atau bahkan harus swakarantina jika hasil tesnya menunjukkan yang bersangkutan terinfeksi virus Corona.
Semua regulasi disusun sedemikian rupa agar kesehatan pemain terjamin, dan klub wajib mematuhi. Namun tidak seluruh pemain merasa aman dengan serangkaian regulasi tersebut.
Dan jika menolak, pemain diperbolehkan untuk menolak. Seperti yang tercantum dalam pernyataan yang dirilis Departemen Digital, Budaya, Media, dan Olahraga (DCMS) belum lama ini.
Pernyataan ini kemudian disambut baik oleh Sally Munday, kepala eksekutif lembaga pemerintah olahraga UK. "Setiap olahraga berbeda dan keadaan pribadi setiap orang juga berbeda," ucapnya.
"Banyak yang ingin kembali berlatih sesegera mungkin, juga ada yang memiliki kepedulian tulus atau keadaan pribadi yang membuat semua ini jadi menantang," lanjut Munday.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/roy-hodgson_20180930_104513.jpg)