Minggu, 19 April 2026

Virus Corona Jabodetabek

Nilai Bansos DKI Naik Jadi Rp 300.000 per Paket

Dampak wabah virus corona atau Covid-19, nilai Bantuan Sosial (Bansos) DKI Jakarta naik menjadi Rp 300 ribu per paket.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: PanjiBaskhara
ILC TV One
Anies Baswedan soal kisruh bansos di DKI Jakarta 

Jadi, jika Anda tidak terdaftar sebagai penerima bantuan sosial, Anda dapat menghubungi RT setempat untuk meminta bantuan.

"Secara berkala data penerima ini akan diperbaharui. Kasih tau orang sekitarmu tentang informasi ini, ya!??," tulis Anies melalui akun Instagram pribadinya, Selasa (12/5/2020).

Mensos Juliari P Batubara: Enggak Usah Dibawa Serius

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara minta jangan permasalahkan data penerimaan Bantuan Sosial (Bansos).

Pernyataannya mengenai permasalahan data penerimaan bansos tersebut, saat pembagian bansos Presiden RI Joko Widodo alias Jokowi, ke warga terdampak wabah virus corona atau Covid-19.

Diketahui, pembagian bansos Jokowi ini berlangsung di lingkungan RT 005 RW 002, Kelurahan Ciater, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Ia mengatakan terdapat 328 paket bantuan yang siap dibagikan kepada warga Kelurahan Ciater.

Menurutnya satu paket bantuan diberikan berbentuk sembako yang ditaksir senilai Rp. 300.000 kepada sekitaran 73.000 Kepala Keluarga (KK) penerima.

Kendati demikian, Juliari tak memungkiri bila adanya data penerima yang tak sesuai dengan target penerima.

Target yang tak sesuai dimaksud berupa warga yang rentan terimbas wabah virus corona secara pendapatan ekonomi.

Namun, dirinya hanya menanggapi permasalahan tersebut dengan pernyataan yang sederhana dan tak terlalu memperdulikan hal tersebut.

"Ya dibenahin saja (data warga penerima bantuan yang tak sesuai target). Enggak usah dibawa serius yang begituan ya," kata Juliari menjawab pertanyaan tersebut di lokasi, Ciater, Serpong, Tangsel, Rabu (13/5/2020).

Ia menjelaskan bila Kemensos mendapati data warga penerima bantuan melalui data yang dimiliki oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel.

Juliari pun memastikan bila Kemensos tak melakukan pengecekan ulang terhadap data yang diajukan Pemkot Tangsel.

Meski target penerima tak sesuai dengan tujuan, maupun data ganda penerima bantuan.

Sumber: WartaKota
Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved