Selasa, 28 April 2026

Virus Corona

Milan Longgarkan Lockdown, Peringatan Ahli: Ini Akan Jadi Bom Waktu Virus Corona Bisa Kembali Lagi

Ibukota Italia, Milan dianggap sebagai bom waktu yang berisiko meletus dengan kondisi penduduk yang kini bebas bergerak karena sudah tidak lockdown

dailymail.co.uk
Kondisi pasar di Milan, Italia setelah mereka tidak lagi lockdown, Kamis (7/5/2020) 

WARTAKOTALIVE.COM -- Ibukota Italia, Milan dianggap sebagai bom waktu berisiko kasus virus orona kembali meletus dengan kondisi penduduk yang kini bebas bergerak karena sudah tidak lockdown lagi

Setelah dua bulan lockdown pandemi, warga Milan mulai kembali menjalani kehidupan normal, seperti berkumpul di kafe atau di taman dekat kanal.

Kota di wilayah Lombardy utara adalah pusat penyebaran Italia, salah satu yang terburuk di Eropa dalam hal kematian dan infeksi.

Dikutip dari Straitstimes.com, Sabtu (9/5/2020), menurut data resmi lebih dari 80.000 infeksi virus corona terjadi di Lombardy, hampir 40 persen keseluruhan kasus di Italia.

Dari jumlah tersebut hanya 33.000 kasus virus corona di Lombardy dianggap sudah sehat.

Ibukota wilayah itu, Milan bisa memicu sedikit bom virus corona, kata Massimo Galli, kepala departemen penyakit menular di rumah sakit Sacco, Milan.

11 ABK Italia Positif di Bandara Soetta Positif Covid-19, Rapid Test Hingga Dibawa ke RS Wisma Atlet

FAKTA Baru Ditemukan Peneliti China, Virus Corona Hidup di Sperma dan Bisa Menular Lewat Senggama

"Kami memiliki jumlah orang yang terinfeksi sangat tinggi yang kembali ke ke aktivitas norma," katanya dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Repubblica, merujuk pada pengurangan langkah-langkah lockdown pada 4 Mei 2020.

Galli mengatakan sudah jelas pelonggaran lockdown dapat menimbulkan masalah.

Walikota Milan Giuseppe Sala mengecam perilaku remaja yang merayakan kebebasan warganya dengan berjemur di sisi kanal  dan mengancam akan menutup area bar jika orang-orang bersikeras melanggar peraturan.

Lombardy telah mencatat sekitar 15.000 kematian, sekitar setengah dari 30.000 kematian akibat virus korona di Italia, sejak wabah pertama kali meletus pada awal Maret.

Jumlah kematian di Italia 

Italia telah menjadi negara pertama di Uni Eropa yang mendaftarkan lebih dari 30.000 kematian terkait virus corona.

Update terbaru ada 243 kematian baru pada hari Jumat (8/5/2020)  turun dari 274 sehari sebelumnya -dengan  total menjadi 30.201.

Dikutip dari BBC.com, jumlah harian kasus baru yang dikonfirmasi turun sedikit menjadi 1.327, sehingga jumlah total infeksi menjadi 217.185.

Para pekerja medis dilengkapi pakaian pelindung memindahkan seorang pasien diduga terinfeksi virus corona (tengah) ke rumah sakit lain dari Rumah Sakit Daenam, di daerah Cheongdo, Korea Selatan, Jumat (21/2/2020). Penyebaran virus corona hingga hari ini, Senin (24/2/2020), semakin menunjukkan peningkatan di sejumlah negara, seperti Italia, Iran, dan Korea Selatan.
Para pekerja medis dilengkapi pakaian pelindung memindahkan seorang pasien diduga terinfeksi virus corona (tengah) ke rumah sakit lain dari Rumah Sakit Daenam, di daerah Cheongdo, Korea Selatan, Jumat (21/2/2020). Penyebaran virus corona hingga hari ini, Senin (24/2/2020), semakin menunjukkan peningkatan di sejumlah negara, seperti Italia, Iran, dan Korea Selatan. (AFP/YONHAP/SOUTH KOREA OUT via Tribun Medan)

Pembatasan telah mulai mereda di sekitar wilayah itu, tetapi seorang dokter menggambarkan kota Milan sebagai 'bom' waktu

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved