Kamis, 21 Mei 2026

Larangan Mudik

Larangan Mudik Lebaran 2020, Begini Kondisi Terkini Terminal Induk Bekasi

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menegaskan operasional bus AKAP (Antar Kota Antar Provinsi) di Terminal Induk Bekasi tetap tidak diperbolehkan.

Tayang:
Wartakotalive/Muhammad Azzam
Kondisi Terminal Induk Bekasi sepi sejak larangan mudik, Sabtu (9/5/2020) 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI -- Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menegaskan operasional bus AKAP (Antar Kota Antar Provinsi) di Terminal Induk Bekasi tetap tidak diperbolehkan.

Meskipun ada kebijakan relaksasi transportasi dari Kementerian Perhubungan.

"Engga ada, engga ada AKAP," ujar Rahmat, pada Sabtu (9/5/2020).

Rahmat menjelaskan kebijakan relaksasi itu sudah ditegaskan hanya untuk perjalanan bisnis dan tertentu.

Kemudian belum ada teknis jelas penerapannya seperti apa.

"Misal kita operasikan, cek masuk sesuai kriteria yang dibolehkan gimana prosedurnya. Hingga saat ini AKAP masih tidak operasi," ucap dia.

Ditlantas Polda Metro Sebut Tak Terapkan Denda Rp100 Juta ke Pelanggar Larangan Mudik, Ini Alasannya

Sementara Kepala Terminal Bekasi, Muhammad Kurniawan, sejak kebijakan relaksasi transportasi itu tidak ada pergerakan bus rute jarak jauh yang beroperasi di Terminal Induk Bekasi.

Bus AKAP tidak beroperasi karena ada pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tingkat Jawa Barat.

“Bus-bus tidak beroperasi karena takut ada penyekatan di perbatasan nantinya,” ucap dia.

Pihaknya juga masih menunggu perintah dari Wali Kota Bekasi maupun Gubernur Jawa Barat terkait pengoperasian kembali bus AKAP.

"Sejauh ini belum ada perintah, jadi kita tetap kebijakan tidak ada operasional bus AKAP," jelas dia.

Adanya kebijakan relaksasi, kata Kurniawan, sejumlah penumpang bus datang ke terminal hendak mudik. Mereka mengira bus itu beroperasi.

"Awal keluar kebijakan relaksasi ada beberapa yang datang. Dikira operasi bus, ya mereka kita jelaskan dan suruh pulang kembali," imbuh dia.

Ia menambahkan di Terminal Induk Bekasi hanya bus dalam kota yang masih beroperasi. Itupun jumlahnya hanya 10 penumpang saja.

“Hanya bus dalam kota yang melakukan perjalanan, itu juga sedikit. Sehari 3 bus itu juga sepi isinya cuman 10 persen saja," papar dia

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved