Selasa, 28 April 2026

PSBB Bogor

Tren Kasus Covid-19 Melandai, Bima Arya Enggan Longgarkan PSBB di Bogor

"Memang ada tren melandai, tapi saya tidak mau terburu-buru tetap anggap situasinya masih darurat belum selesai PSBB."

Editor: Mohamad Yusuf
Warta Kota/Desy Selviany
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto dalam wawancara ekslusif dengan Wartakotalive.com, Senin (13/4/2020) 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Tren jumlah kasus virus corona di Jawa Barat cenderung menurun.

Namun, Wali Kota Bima Arya Sugiarto menegaskan bahwa pihaknya tidak melakukan pelonggaran atusan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Bogor.

"Memang ada tren melandai, tapi saya tidak mau terburu-buru tetap anggap situasinya masih darurat belum selesai PSBB.

Selama PSBB selesai kita belum bisa menyimpulkan atau menganalisa apa-apa walaupun ada data perlambatan," kata Bima, dilansir TribunBogor, Jumat (8/5/2020).

Bima juga menegaskan PSBB tetap berjalan tidak ada kelonggaran PSBB baik di pasar atau ditempat publik lainnya.

"Ini situasi luar biasa, saya minta Satpol PP untuk tegas dan persuasif lah, toko-toko diimbau untuk tutup jika masih buka yang dikecualikan dan jaga jarak," tegasnya. 

Stop Operasi KRL

Tiga penumpang KRL Commuter Line Bekasi-Jakarta positif corona atau Covid-19 usai dilakukan tes swab PCR secara acak terhadap 300 penumpang.

Sebelumnya juga, tiga penumpang KRL di Bogor terkonfirmasi positif Covid-19 dari pemeriksaan tes swab terhadap 325 penumpang.

Atas hal tersebut, Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi mengatakan bahwa pergerakan di KRL sangat riskan dalam melakukan penularan Covid-19.

Hal itu disebabkan, mereka yang positif dalam keadaan sehat tanpa gejala.

"Bayangkan kalau posisi sehat sebagai carrier kemana pun saja dia pergi sebanyak itu dia akan bisa menyebarkan ke orang lain," kata Rahmat, pada Kamis (7/5/2020).

 Ternyata jika ABK Meninggal di Kapal, Jenazahnya Dilarung ke Laut, Ini Penjelasannya dari Kemenhub

 Ferdian Paleka Belum Menyerahkan Diri, Polisi: Orangtua tetap Melindungi Anaknya

 YLKI: Kemenhub Longgarkan Larangan Mudik Lebaran Kebijakan Blunder, tidak Sejalan dengan Jokowi

Kemudian dengan ditemukannya tiga orang positif, otomatis akan ada Orang Dalam Pantauan (ODP) maupun Pasien Dalam Pengawasan (PDP) baru.

Tak hanya penumpang KRL di Bekasi, juga terjadi di penumpang KRL di Bogor.

Potensi masih ada lebih banyak lagi penumpang KRL yang positif tak dipungkiri.

"Maka Pak Bima Arya (Wali Kota Bogor) sedang menyiapkan konsepnya bersama Bodebek.

Saya pikir apa salahnya diberhentikan (KRL) karena memang melalui commuter pun kita temukan ada positif Covid-19," beber dia.

Rahmat menuturkan pihaknya dalam waktu dekat ini akan kembali melakukan tes swab PCR terhadap penumpang KRL.

Tak hanya di Stasiun Bekasi, tetapi di stasiun lain yang masih berada di wilayah Kota Bekasi seperti Bekasi Timur, dan Kranji.

 Crazy Rich Surabaya Tom Liwafa Beraksi lagi, Bagikan Dus Mie Isi Uang Jutaan, Sindir Ferdian Paleka

 Tak Kunjung Menyerahkan Diri, Polisi Siap Berikan Tindakan Tegas Youtuber Ferdian Paleka

"Saya kira mungkin 2-3 hari lagi kita akan melakukan lagi baik di stasiun maupun juga di cek poin-cek poin lainnya," ucap Rahmat.

Sebelumnya diberitakan, tiga penumpang KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi positif corona usai dilakukan tes swab PCR.

Diketahui Pemerintah Kota Bekasi melakukan pendeteksian covid-19 menggunakan metode tes swab PCR terhadap 300 penumpang KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi, pada Rabu (6/5/2020).

"3 penumpang KRL dinyatakan positif Corona, semuanya perempuan dan warga Kota Bekasi," ujar Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi saat memberikan keterangan pers di Posko Gugus Tugas Covid-19 di Stadion Patriot Candrabaga, pada Rabu (6/5/2020).

Ketiga penumpang KRL itu, yakni LS (53) beralamat di Tytyan Kencana, SAY (39) di Prima Harapan Regency dan LA (30) tinggal di Perumnas 3.

"Ketiganya sudah dijemput dan diisolasi di rumah sakit rujukan Kota Bekasi," jelas Rahmat.

Rahmat mengapresasi ketiga orang positif itu kooperatif ketika dikabarkan dan dijemput untuk diisolasi di rumah sakit.

Bahkan ada salah seorang yang positif yakni LS dijemput ditempat kerjanya kawasan Thamrin, Jakarta.

"Dua orang kita jemput di rumahnya, satu lagi sudah keburu kerja kita jemput di tempat kerjanya," ucap dia.

Diketahui, Pemerintah Kota Bekasi melakukan periksaan corona menggunakan metode tes swab PCR terhadap 300 penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line, pada Selasa (5/5/2020) pagi. (MAZ)

Artikel ini telah tayang di tribunnewsbogor.com dengan judul Bima Arya Ogah Loggarkan Aturan PSBB di Kota Bogor
Penulis: Lingga Arvian Nugroho

Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved