Info PLN
PLN UID Jakarta segera Selesaikan Aduan 2.900 Pelanggan Selama PSBB Wabah Virus Corona
Aduan itu terkait dengan tagihan listrik yang dirasakan pelanggan tidak sesuai dengan pemakaian listriknya.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Sebanyak 2.900 aduan pelanggan diterima oleh PLN Unit Distribusi Jakarta Raya (Disjaya).
Ribuan aduan itu diterimanya di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) terkait wabah Virus Corona.
Dilansir dari Kompas.com, aduan itu terkait dengan tagihan listrik yang dirasakan pelanggan tidak sesuai dengan pemakaian listriknya.
Berdasarkan aduan tersebut, General Manager PLN UID Jakarta Raya Ikhsan Asaad mengakui, ada sejumlah tagihan listrik yang keliru atau tidak sesuai dengan pemakaian.
• Kisah Didi Kempot, Setiap ke Jakarta Selalu Pilih Kamar Hotel Ibis Menghadap ke Perempatan Slipi
• Didi Kempot dan Kakaknya Meninggal di Usia 53 Tahun, Ini Perbedaan Kisah Hidupnya
• Balas Aksi Ferdian Paleka, Crazy Rich Surabaya ini Bagikan Dus Mie Isi Uang Jutaan di Pinggir Jalan
"Jumlah pengaduan yang masuk ke contact center kami itu 2.900, 2.200 sudah diselesaikan. Dari 2.200 (aduan), 94 persen angkanya (tagihannya) sesuai pemakaian, ada 6 persen memang yang harus dikoreksi," ujar Ikhsan dalam teleconference, Rabu (6/5/2020).
Ikhsan mencontohkan aduan salah satu pelanggan di Cengkareng, Jakarta Barat. Pelanggan tersebut harus membayar tagihan Rp 1 juta, padahal rumahnya tidak ditinggali.
Ikhsan berujar, kekeliruan itu terjadi karena tagihan listrik dihitung berdasarkan rata-rata pemakaian listrik tiga bulan sebelumnya.
• Video Viral Perampokan Pecah Kaca Mobil di Depok, Pelaku Keluarkan Senpi di Tengah Kepungan Warga
• Cuitan di Twitter Soal Anak AHY Dianggap Bullyan Denny Siregar Diminta Taubatan Nasuha
Sebab, sejak April 2020, PLN menghentikan aktivitas pengecekan meteran pemakaian listrik ke rumah-rumah akibat pandemi Covid-19.
"Ternyata rumahnya kosong, (tetapi) bayar (tagihan) Rp 1 juta karena memang diambil data rata-rata tiga bulan," kata dia.
Ikhsan menyatakan, PLN UID Jakarta Raya akan segera menyelesaikan aduan lainnya dengan berkomunikasi dengan pelanggan yang komplain.
"Kalau enggak puas juga, kami akan datangi rumah pelanggan," ucap Ikhsan.