Liga 1
Muhammad Hargianto Ceritakan Perjuangan Masa Kecilnya, Pindah SSB Empat Kali
Hargianto kecil mulai tumbuh dengan skill sepakbola yang mumpuni, ia pun bepindah-pindah SSB untuk terus mengasah kemampuannya.
Penulis: Abdul Majid | Editor: Murtopo
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Muhammad Hargianto kini sudah meraih mimpinya sejak kecil untuk menjadi pesepakbola profesional.
Pemain kelahiran Jakarta itu setidaknya telah membela dua klub besar; Persija Jakarta dan sekarang Bhayangkara FC.
Tak hanya itu, kemampuannya mengolah sikulit bundar juga telah mengantarkannya membela Timnas Indonesia di kelompok usia 16, U-19 dan U-23.
Namanya kian mentereng saat dirinya membawa Timnas Indonesia U-19 juara Piala AFF 2013.
Namun, perjuangan Hargi untuk mendapatkan itu semua tidak mudah.
Berawal dari bocah yang hanya gemar sepakbola lalu dirinya mulai mencintai sepakbola.
• Gelandang Muda Bhayangkara FC Berambisi Jadi Pemain Timnas
“Awalnya kenal bola dari sekadar main-main saja, itu sekitar TK. Terus, ketika kelas 1 SD merasa senang banget sama sepkbola, kelas 2 SD minta masukin ke SSB. Bapak saya bilang, benaran mau masuk SSB, pertama itu SSB Garek di Cengkreng. Itu SSB juga tempat Bapak saya latihan dulu,” cerita Hargi kepada Tribunnews, Jumat (1/5/2020).
Masa kecil Hargianto pun mulai menggeluti sepak bola di samping sekolah yang juga jadi aktivitasnya.
Hargianto kecil mulai tumbuh dengan skill sepakbola yang mumpuni, ia pun bepindah-pindah SSB untuk terus mengasah kemampuannya.
• Pemerintah Larang Mudik, Bek Persija Pilih Rayakan Hari Raya Idul Fitri di Jakarta Bareng Istri
Terhitung ada empat SSB yang ia pernah geluti, sebelum akhirnya ke Indonesia Football Academy (IFA).
“Pas kecil saya mulai senang, terus pindah-pindah SSB. Garek, Tunas Ikanet, Benteng Muda, SSI Arsenal. Habis itu ketika SMP masuk Indonesia Football Academy (IFA). Dari situ baru Timnas U-16,” jelasnya,
IFA yang disediakan untuk mencari pemain muda berbakat Indonesia jadi momen Hargianto. Selama satuh tahun lebih dirinya menjalani seleksi berjalan.
Hingga akhirnya IFA kalah itu menentukan 25 pemain kelahiran 96 dan kelahiran 95.
• Fans Berat Didi Kempot, Amiruddin Bagas Kaffa: Paling Suka Putar Lagu Cidro Saat Pemusatan Latihan
Hargianto yang kelahiran 96 sangat bersyukur dirinya bisa masuk.