BPS Catat Kunjungan Wisman ke DKI Bulan Maret Sebanyak 52,72 Paling Banyak Malaysia
BPS Catat Kunjungan Wisman ke DKI Bulan Maret Sebanyak 52,72 Paling Banyak Malaysia. Simak selengkapnya di dalam berita ini.
Penulis: Joko Supriyanto |
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, Buyung Airlangga, mengatakan kunjungan Wisatawan Mancanegara ke DKI Maret 2020 sebesar 52,72 ribu orang.
Sebagian besar hampir 90 persen tiba dari Bandara Soekarno Hatta dan 90 orang diantaranya dari Bandara Halim.
"Jika dibandingkan pada bulan Januari turun sebesar 59,83 persen dan jika dibandingkan pada Meret 2019 antara Maret 2020 turun sebesar 75,44 persen," kata Buyung melalui Channel Youtube BPS DKI, Senin (4/5/2020).
Menurut Thoman pada bulan Februari 2020 ada 131.24 ribu kunjungan sedangkan Maret 2020 hanya 52.72 ribu. Berbeda ketika tahun 2019 di bulan Maret yaitu sebesar 214,67 ribu.
• BPS Catat Nilai Ekspor di DKI Bulan Maret 2020 826 Juta US Dollar dan Impor 4 Miliar US Dollar
Lima negara tersebar yaitu Malaysia sebesar 17,27 persen, Singapura sebesar 9,01 persen, Jepang sebesar 6,93 persen, Belanda sebesar 5,13 persen dan Hindia sebesar 4,2 persen.
"Dari penurunan ini akibatnya tingkat penghunian kamar hotel berbintang di DKI Jakarta mengalami penurunan," katanya.
Jika dibandingkan pada Maret 2019 ke Maret 2020 tingkat hunian kamar hotel turun sebesar 22,63 persen sedangkan dibandingkan pada Februari 2020 turun sebesar 17,35 persen.
Sedangkan rata-rata lama menginap tamu asing menurut klasifikasi hotel (hari) terjadi peningkatkan dibandingkan bulan Februari 2020 dimana lamanya tamu asing menginap sebanyak 2.55 hari, sedangkan pada Maret 2020 sebanyak 4.43 hari atau naik 1,88 persen.
Sementara rata-rata lama menginap tamu Indonesia pada Februari 2020 tercatat sebanyak 1.79 hari, sedangkan pada bulan Maret 2020 sebesar 2.20 hari atau meningkat 0,42 persen.
"Secara agregat lamanya tamu asing dan Indonesia menginap itu pada bulan Februari 2020 sebesar 1.85 hari dan Maret 2020 sebesar 2.39 hari meningkat 0,53 persen," ucapnya.
• VIDEO: 218 Akun Medsos Penyebar Hoaks dan Ujaran Kebencian Diblokir Atas Permintaan Polisi