Virus Corona
Anies Baswedan Minta Pendidik Biasakan pakai Teknologi di Tengah Pandemi Covid-19
Anies Minta Pendidik Biasakan pakai Teknologi di Tengah Pandemi Covid-19. Simak selengkapnya di dalam berita ini.
Penulis: Fitriyandi Al Fajri |
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Para pendidik di DKI Jakarta diminta membiasakan diri untuk memakai teknologi dalam kegiatan belajar mengajar (KBM). Terutama dalam pandemi virus corona (Covid-19) ini, yang mengharuskan mereka mengurangi interaksi langsung dan mengubahnya secara digital.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, wabah virus Covid-19 menjadikan warga Jakarta harus membatasi interaksi secara fisik dari dekat. Meski demikian, kata Anies, fenomena ini harus dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk membiasakan diri memakai teknologi dalam pekerjaannya.
“Bagi pendidik yang selama ini tidak akrab dengan tekonologi, karena sekarang semuanya serba berinteraksi langsung. Jadi mulai manfaatkan ini (aplikasi digital) untuk belajar secara lengkap,” kata Anies saat upacara digital Peringatan Hari Pendidikan Nasional oleh para guru di lingkungan Pemprov DKI Jakarta pada Senin (4/5/2020) pagi.
• Infeksi Virus Corona Bisa Sebabkan Penggumpalan Darah di Pembuluh Darah, Berikut Penjelasannya
Menurutnya, proses belajar mengajar dalam memakai teknologi membutuhkan teknik yang agak berbeda dengan interaksi langsung. Tujuannya agar tetap menarik dan menyenangkan para pelajar, sehingga materi yang disampaikan dapat diterima dengan baik.
“Peserta didik yang terlibat dalam proses belajar jarak jauh juga diupayakan tidak merasa bosan dan tidak merasa kehabisan aktivitas. Apkaah ini mudah? Tentu mudah dikatakan, tapi tidak mudah dijalankan,” ujar Anies.
Karena itu, kata Anies, diperlukan terobosan untuk meringankan para aparatur maupun masyarakat dalam menghadapi situasi berat seperti pandemi Covid-19. Anies yakin, pandemi virus Covid-19 ini dapat diselesaikan dengan baik oleh pemerintah daerah mapun pusat.
“Peristiwa yang kita alami pandemi ini adalah peristiwa yang tidak terjadi dalam 1-2 dekade. Tapi terakhir terjadinya pandemi sektiar 1 abad yang lalu, dan saya ingin kita semua memandang ini sebagai sebuah peristiwa kemanusiaan di mana generasi kita ditakdirkan utnuk memiliki pengalaman itu, karena tidak banyak generasi manusia dihadapkan pada pengalaman,” katanya.
Sebelumnya, sejak Sabtu (14/3/2020) lalu Pemprov DKI Jakarta memutuskan untuk meliburkan KBM di sekolah dan mengubahnya dengan berkegiatan di rumah. Sampai sekarang KBM di sekolah tetap diliburkan karena mengacu pada kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) fase dua yang dikeluarkan DKI dari Jumat (24/4/2020) sampai Jumat (22/5/2020) mendatang.
• VIDEO: Kepala KPLP Lapas Bekasi Tommy Ardy Nugroho Harap Warta Kota Makin Inspiratif