Cerita Pesilat Hanifan ke Menpora, Tekuni Silat Mengikuti Jejak Orang Tua

Pesilat andalan Indonesia, Hanifan Yudani Kusumah menceritakan bagaimana dirinya awal mengenal pencak silat hingga akhirnya kini menjadi andalan.

Tribunnews/Abdul Majid
Pesilat Indonesia Hanifan Yudani Kusumah saat menghadiri pengukuhan kontingen Indonesia untuk SEA Games 2019 di Hall Bakset, Senayan, Jakarta, Rabu (27/11/2019) 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pesilat andalan Indonesia, Hanifan Yudani Kusumah menceritakan bagaimana dirinya awal mengenal pencak silat hingga akhirnya kini menjadi andalan Indonesia di beberbagai kejuaraan internasional.

Hal itu ia sampaIkan dalam program ngobrol santai bareng Menpora Zainudin Amali yang siarakan secara langsung melalui instagram Kemenpora pada akhir pekan lalu.

Pesilat Tewas Diduga Ditendang Seniornya, Hasil Otopsi: Ada Trauma Tumpul di Ulu Hati

“Hanifan salah satu andalan kita. Nah, bagaimana Hanifan bisa masuk dan tertarik di olahraga pencak silat?. Cabang olahraga bela diri kan banyak,” tanya awal Menpora.

Mendengar itu, Hanifan menjelaskan, dirinya tertarik untuk menekuni pencak silat karena orang tua dan ingin mengikuti jejaknya. Atas hal itu, dia berlatih dan memutuskan untuk berkarir di olahraga pencak silat.

“Awalnya mengikuti jejak orang tua. Berlatih, bersemangat, dan harus memiliki tekad. Kemudian ikut kejuaraan dan dipantau untuk mengikuti PON. Kemudian ikut latihan dan harus juga seleksi. Proses seleksi sangat ketat, bersaing dengan senior, dan teman sendiri,” ujarnya.

Literatur Silat Betawi Karya Para Pesilat Harus Diperbanyak Agar Dikenal Generasi Muda

Dengan tekad yang kuat, Hanifan akhirnya lolos dan terus memulai karirnya sebagai seorang pesilat. Berbagai kejuaraan diikutinya, mulai Pekan Olahraga Nasional (PON) hingga Asian Games.

“Main di PON, itu sangat luar biasa. Hanif merasa menjadi kuda hitam saat itu. Sebagai orang baru yang turun di level nasional, dan kaget. Tak sampai disitu, lalu puncaknya ikut di Asian Games. Sebelumnya, harus di seleksi lagi. Di Asian Games, kita berjuang sampai titik darah penghabisan,” terang Hanifan. 

Kemudian, Menpora kembali menanyakan kepada Hanifan mengenatradisi pencak silat sebagai warisan budaya tak benda.

Ditanya Menpora Zainudin Amali Sudap Punya Pacar Atau Belum, Begini Jawaban Apriyani Rahayu

Hanifan berpendapat, pencak silat saat ini perkembangannya sangat baik. Dia ingin, pencak silat bisa terus dibesarkan. 

“Pencak silat sangat baik perkembangannya. Kita ingin pencak silat ini kita besarkan. Hanifan selalu memberi arahan dan motivasi untuk adik-adik, jangan gengsi untuk belajar pencak silat. Kita jangan mau kalah dengan negara-negara lain,” jelasnya. 

Penulis: Abdul Majid
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved