Virus Corona

Kapankah Pandemi Virus Corona Berakhir? Indonesia Diprediksi Juni 2020, ini Penjelasannya

Berbagai upaya dilakukan di setiap negara untuk menekan penyebaran virus corona. Namun, yang menjadi pertanyaan kapankah pandemi ini berakhir?

Editor: Mohamad Yusuf
(https://ddi.sutd.edu.sg/)
Tangkapan layar prediksi akhir pandemi virus corona dari Singapore University of Technology and Design (SUTD) 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Masa pandemi virus corona hingga kini belum berakhir.

Kurang lebih sudah empat bulan virus mematikan itu melanda dunia.

Berbagai upaya dilakukan di setiap negara untuk menekan penyebaran virus corona.

Salah satunya dengan melakukan lockdown atau karantina para warganya.

Namun, yang menjadi pertanyaan sampai saat ini, kapankah pandemi virus corona berakhir?

Unik dan Merdunya para Pemuda di Banda Aceh Bangunkan Warga Sahur, Hingga Viral

 Dr Tirta: Saya sudah Lelah, Jikalau Saya Mati, Saya pun Yakin akan Dianggap Sepele

 Fadli Zon: Menamakan Bantuan dengan Nasi Anjing,  Apakah ini Bercanda atau Sengaja?

Dilansir dari Kompas.com, pada 18 April 2020, Singapore University of Technology and Design (SUTD) meluncurkan sebuah laman.

Di mana berisikan prediksi berdasarkan data dari perkembangan selanjutnya hingga waktu berakhirnya pandemi virus corona di berbagai negara.

Pembaruan selalu dilakukan pada laman tersebut dengan dinamika dari pandemi virus corona yang masih terus terjadi.

Melansir penelitian oleh SUTD tersebut, disebutkan bahwa evolusi dari Covid-19 bersifat sangat random.

Seperti pandemi lainnya, virus corona baru ini memiliki pola siklus kehidupan dari wabah menuju fase akselerasi, titik belok, fase deakselerasi, dan titik henti atau akhir.

Siklus hidup tersebut adalah hasil dari perilau adaptif dan perlawanan dari agen termasuk individu, pemerintah, serta pembatasan alami dari ekosistem.

Meski demikian, siklus hidup dari virus dapat bervariasi pada negara yang berbeda.

Metode penentuan prediksi Pola siklus kehidupan pandemi diperkirakan muncul sebagai kurva berbentuk S.

Adapun pola ini beserta dinamika yang mendasari kondisi pandemi di berbagai wilayah seperti pertumbuhan penduduk, difusi teknologi baru, dan penyakit menular, juga telah ditetapkan secara teoritis dalam model matematika yang digunakan.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved