Sabtu, 18 April 2026

Liga Italia

Pejabat Italia Beri Angin Segar Soal Kompetisi Serie A

Menteri olahraga Italia Vincenzo Spadafora berharap untuk bisa mengonfirmasi 4 Mei sebagai tanggal diperbolehkannya klub-klub Serie A berlatih.

Penulis: Valentino Verry | Editor: Valentino Verry
twitter @Inter
Bintang Inter Milan Romelu Lukaku dan Bintang AC Milan Zlatan Ibrahimovic diantara para pemain dalam derbi Milan. Setelah tertinggal 0-2, Inter Milan akhirnya unggul 4-2 

Menteri olahraga Italia Vincenzo Spadafora berharap untuk bisa mengonfirmasi 4 Mei sebagai tanggal diperbolehkannya klub-klub Serie A memulai latihannya kembali.

Italia saat ini masih berstatus lockdown hingga 3 Mei, dan ada kemungkinan untuk mengendurkan aturan selepas tanggal tersebut.

Megabintang Juventus, Cristiano Ronaldo, belum mampu membawa timnya mengalahkan Atletico Madrid dalam laga Grup D Liga Champions di Estadio Metropolitano, Rabu (18/9/2019) waktu setempat atau Kamis dini hari WIB.
Megabintang Juventus, Cristiano Ronaldo, belum mampu membawa timnya mengalahkan Atletico Madrid dalam laga Grup D Liga Champions di Estadio Metropolitano, Rabu (18/9/2019) waktu setempat atau Kamis dini hari WIB. (TWITTER @JUVENTUSFC)

Adapun seluruh kegiatan olahraga di Italia sejauh ini masih ditangguhkan, termasuk sepak bola, yang jika tidak ada halangan berarti bisa kembali dipertandingkan pada akhir Mei.

“Beberapa pekan ke depan akan penting unuk memahami evolusi situasi dan kondisi kesehatan, guna mengetahui apakah dan kapan kita bisa kembali menggulirkan kompetisi olahraga di semua level,” kata Spadafora dikutip dari Football Italia.

“Kami berharap untuk mengonfirmasi 4 Mei sebagai tanggal kembali dimulainya latihan. Saya harap kami bisa mempertahankan tanggal tersebut, sekalipun itu hanya untuk latihan tertutup,” imbuhnya.

“Sekarang ini, satu-satunya prioritas kami adalah kesehatan dan keselamatan dari masyarakat umum,” tandas Spadafora.

Hingga Jumat (17/4) pagi WIB, Italia memiliki 168.941 kasus positif virus corona, dengan 40.164 orang berhasil sembuh, namun 22.170 lainnya meninggal dunia.

Sementara itu, Presiden Federasi Sepakbola Italia (FIGC) Gabriele Gravina mengapresiasi wacana yang menyebutkan Juventus bakal menolak tawaran meraih Scudetto Serie A musim ini secara cuma-cuma.

Pandemi virus corona telah mengacaukan aktivitas sepak bola di Italia, yang memaksa Serie A musim 2019/2020 dihentikan tanpa batas waktu.

Sejauh ini, masih ada perdebatan mengenai nasib kompetisi, dengan ada dua kemungkinan yakni tetap dilanjutkan, namun menunggu situasi kesehatan benar-benar kondusif atau dibatalkan.

Jika dibatalkan, dua skenario bisa terjadi. Yang pertama, musim ini dianulir sepenuhnya yang berarti tidak menobatkan juara mau pun tim-tim yang bakal terdegradasi, sementara yang kedua menunjuk Juventus sebagai kampiun karena telah menduduki puncak klasemen sebelum Serie A ditangguhkan bulan lalu.

Kemungkinan yang terakhir memang sangat kecil bisa terjadi, dan apabila terwujud, Juventus melalui presiden mereka, Andrea Agnelli telah mengisyaratkan akan menolak tawaran penobatan Scudetto musim ini melalui tanda 'like' ke sebuah unggahan yang mempertanyakan nasib kompetisi musim ini di tengah wabah COVID-19.

Meski sejauh ini belum ada pernyataan resmi apa pun dari kubu Bianconeri, Gravina mengapresiasi itu dan mengatakan bahwa gelar juara hanya bisa dimenangi di lapangan.

"Hanya Dewan Federal yang dapat menetapkan (peraih) Scudetto, tapi posisi Juve dihargai. Bagi saya, titel juara juga harus dimenangi di lapangan," katanya.

Juventus memuncaki klasemen Serie A sejauh ini dengan total perolehan 63 poin dari 26 pertandingan, hanya berjarak satu angka dari Lazio di posisi kedua.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved