Breaking News:

PSBB DKI Jakarta

Nasib Ojol Terpuruk Selama PSBB, YLKI Minta Aplikator dan Konsumen Bersama Ringankan Beban Ojol

Nasib Ojol Terpuruk Selama PSBB DKI Jakarta, YLKI Minta Aplikator dan Konsumen Bersama Ringankan Beban Ojol

Editor: Dwi Rizki
istimewa
Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi memberikan paparan dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Indopos, di Hotel Ibis, Slipi, Jakarta (27/1/2020). 

Penetapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan berdampak langsung terhadap nasib pengemudi ojek online (ojol). Pasalnya, pengemudi ojol dilarang mengambil penumpang terhitung sejak Jumat (10/4/2020) hingga dua pekan mendatang. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Mirisnya nasib pengemudi ojol disorot oleh Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI)

Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi mengusulkan sejumlah saran terkait nasib pengemudi ojol selama PSBB. 

Sebab menurutnya, kebijakan PSBB yang dikukuhkan lewat Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 33 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan PSBB itu berdampak langsung terhadap operasional ojol. 

Hal tersebut tercantum dalam Pasal 18 ayat 6 yang menyebutkan angkutan roda dua berbasis aplikasi hanya diizinkan untuk mengangkut barang. 

Terlebih, lanjutnya, PSBB DKI Jakarta yang berakhir pada tanggal 24 April 2020 itu besar kemungkinan dapat diperpanjang pelaksanaannya. 

"Artinya ojol dilarang mengangkut penumpang. Tentu saja aturan ini sangat memukul pendapatan driver ojol, sebab 60 persen pendapatan driver ojol adalah dari orderan penumpang orang," ungkap Tulus Abadi dalam siaran tertulis pada Sabtu (11/4/2020). 

"Tetapi demi keamanan, kesehatan dan keselamatan kedua belah pihak (penumpang dan driver), ketentuan ini harus dipatuhi bersama," tambahnya.

Oleh karena itu, keberlangsungan dan nasib driver katanya harus mendapatkan perhatian serius, baik dari pihak aplikator, pemerintah hingga masyarakat. 

Dirinya mengusulkan kepada pihak aplikator agar menghilangkan potongan pada driver atau potongan maksimal lima persen. 

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved