Breaking News:

Buat Bantu Korban PHK dan Jaring Pengaman Sosial, Pemkot Tangerang Siapkan Anggaran Rp 138 Miliar

“Karena kemarin informasinya pemerintah pusat baru memberikan untuk yang Jakarta. Untuk wilayah Bodetabeknya ini kita masih menunggu informasi,”

Penulis: Andika Panduwinata | Editor: Dedy
Wartakotalive.com/Andika Panduwinata
Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah saat menghadiri Training of Trainers (ToT) Pelaksanaan Kampung Tematik melalui Bedah Kampung pada Rabu (4/3/2020). 

Untuk mengantisipasi bertambahnya jumlah pekerja yang dirumahkan atau di-PHK, Pemerintah Kota Tangerang telah menyiapkan anggaran senilai Rp 138 miliar. Di mana salah satunya untuk jaring pengaman sosial.

“Sementara ini kita menyiapkan jaring pengaman sosial, jadi warga yang terdampak Covid-19 termasuk yang kena PHK dan lain sebagainya sudah terus didata dan nantinya akan kita berikan bantuan,” kata Wali Kota Tangerang, Arief R. Wismansyah, di Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Kamis (9/4/2020).

“Ini terus kita evaluasi terakhir sampai Rp 138 miliar, karena kita masih belum dapat konfirmasi kaitan bantuan yang diberikan oleh pemerintah pusat nantinya,” ucapnya.

“Karena kemarin informasinya pemerintah pusat baru memberikan untuk yang Jakarta. Untuk wilayah Bodetabeknya ini kita masih menunggu informasi,” ujar Arief lagi.

Perihal persiapan langkah-langkah yang akan diambil Kota Tangerang terkait PSBB di DKI Jakarta, Arief mengaku telah berkoordinasi melalui video conference dengan Gubernur DKI Jakarta, Gubernur Banten dan seluruh kepala daerah di Jabodetabek.

Wabah virus corona atau Covid-19 melumpuhkan sendi-sendi perekonomian di sektor industri Kota Tangerang.

“Jumlah PHK ada 3.042 buruh,” ujar Arief R. Wis­man­syah.

Selain PHK, Arief merinci sebanyak 687 pekerja yang dirumahkan.

“Jadi total ada 3.729 orang pekerja dari 54 perusahaan yang terdampak,” ucapnya.

Sedang didata

Sementara itu di wilayah Kabupaten Tangerang, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Tangerang, Jarnaji mengatakan, pihaknya sedang melakukan pendataan tenaga kerja akibat dampak pedemik Covid-19.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang, Jarnaji mengatakan pendataan perusahaan tersebut sehubungan dengan pendemik Covid-19 yang saat ini terjadi dan berdampak pada kondisi Ketenagakerjaan di Kabupaten Tangerang.
Hal ini juga menindak lanjuti Surat Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Banten Nomor : 560/0598-DTKT/IV/2020 Tanggal 01 April 2020 perihal Permintaan Data Ketenagakerjaan.
"Kami sedang melakukan pendataan tenagakerja di semua perusahaan akibat dampak dari virus corona atau Covid-19," ujar Jarnaji dalam keterangannya kepada Warta Kota, Kamis (9/4/2020).
Jarnaji menjelaskan ada tiga aspek yang dilakukan Dinas Tenaga Kerja dalam melakukan pendataan. Pertama perusahaan tutup atau tidak beroperasi sebagian atau seluruhnya di tengah wabah virus corona.
Selanjutnya mendata jumlah pekerja buruh yang dirumahkan. Baik sebagian atau seluruhnya.
Dan ketiga jumlah pekerja atau buruh yang di Putus Hubungan Kerja (PHK).
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved