Virus Corona Jabodetabek
KISAH Petugas Makam Jenazah Covid-19 di TPU Padurenan Bekasi Lawan Rasa Cemas dan Takut
Diketahui Pemerintah Kota Bekasi menetapkan TPU Padurenan di Kecamatan Mustikaja sebagai lokasi pemakaman jenazah Covid-19.
Penulis: Muhammad Azzam |
Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Muhammad Azzam
WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - "Yang benar ini mau buat kuburin warga terkena Corona," begitu kata yang terucap dari Ujang salah satu petugas makam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Padurenan, usai mendengarkan informasi tersebut.
Diketahui Pemerintah Kota Bekasi menetapkan TPU Padurenan di Kecamatan Mustikaja sebagai lokasi pemakaman jenazah Covid-19.
Ujang bukan nama sebenarnya, ia meminta namanya tidak disebutkan.

Ia mengaku ketika mendengar kabar itu cukup terkejut dan sempat ragu untuk menjalankan pekerjaannya.
Rasa gelisah pun dirasakannya, tak hanya dirinya juga rekan satu pekerjaan lainnya.
Ujang sempat ingin mengundurkan diri dari pekerjaannya.
Hal itu dikarenakan khawatir ikut terpapar Covid-19. Apalagi ia tengah memiliki anak balita.
"Istri sempat larang juga, karena kan ngeri ya itu kena Corona. Tapi saya pikir kalau berhenti mau dapat uang dari mana lagi," tutur saat berbincang dengan Wartakota, pada Senin (6/4/2020).
Akhirnya dirinya memutuskan untuk tetap bekerja sebagai petugas makam di TPU Padurenan yang menjadi lokasi untuk pemakaman jenazah Covid-19.
Saat kedatangan jenazah pertama Covid-19, keraguan dan ketakutannya muncul kembali.
• SUDAH 748 Kasus Pandemi Corona Tercatat di Kota Tangsel, 42 Diantaranya Sembuh
Akan tetapi setelah mendengar ucapan motivasi dari pimpinan membuat keraguan dan ketakutan itu sirna.
Kata-kata yang paling diingatnya dari pimpinan ialah 'Ini merupakan tugas mulai, selain tenaga medis, kalian (petugas makam) juga. Insya Allah pekerjaan ini mendapatkan ganjaran pahala besar dari Allah'.
Dirinya ingat betul, jenazah pertama yang dimakamkan ialah seorang dokter.
• INI Dia Rumah Singgah Lokasi Karantina Warga Kota Bekasi yang Masih Nekat Nongkrong
Liang lahat telah lebih dahulu disiapkan sebelum kedatangan jenazah Covid-19.
Para petugas makam langsung bersiap menggunakan alat pelindung diri (APD) beberapa saat sebelum kedatangan jenazah.