Jumat, 10 April 2026

Liga Italia

Wadah Pemain Italia Tolak Pemotongan Gaji

Asosiasi Pemain Italia (AIC) menyesali rencana Serie A memotong gaji pemain akibat wabah virus corona yang menghentikan kompetisi.

Penulis: Valentino Verry | Editor: Valentino Verry
Kompas.com
Edin Dzeko dan Radja Nainggolan merayakan gol AS Roma ke gawang Sampdoria pada lanjutan Serie A di Stadion Olimpico, Minggu (11/10/2016). 

Asosiasi Pemain Italia (AIC) menyesali rencana Serie A memotong gaji pemain akibat wabah virus corona yang menghentikan kompetisi. Menurut AIC, rencana tersebut memalukan dan gila.

Kompetisi Serie A musim 2019/2020 harus ditangguhkan karena pandemi virus corona. Kondisi ini membuat sejumlah klub diklaim mengalami krisis finansial karena pemasukan turun.

Paulo Dybala menjadi penentu kemenangan Juventus atas Bologna di pertandingan pekan ke 25 Liga Italia Serie A setelah sukses memaksimalkan bola muntah.
Paulo Dybala menjadi penentu kemenangan Juventus atas Bologna di pertandingan pekan ke 25 Liga Italia Serie A setelah sukses memaksimalkan bola muntah. (Twitter UEFA Champions League @ChampionsLeague)

Serie A kemudian menggelar pertemuan dengan klub dan AIC untuk membahas nasib para pemain. Pihak Serie A menyepakati ide klub untuk melakukan pemotongan gaji. Akan tetapi, hal itu ditolak perwakilan asosiasi pemain atau AIC.

Wakil Presiden AIC, Umberto Calagno, hadir dalam pertemuan antara Serie A dan 20 klub, Selasa (7/4) dini hari WIB. Pada pertemuan itu, pihak Serie A menyepakati klub memotong gaji pemain hingga sepertiga dari jumlah seharusnya.

"Itu proposal yang memalukan dan tidak dapat diterima. Jelas bahwa mereka hanya ingin para pemain membayar kerusakan yang disebabkan oleh krisis," kata Calagno.

Dari 20 klub Serie A, 19 klub sepakat tentang rencana pemotongan gaji. Sedangkan satu klub tidak memberikan suara yakni Juventus. Sebab, pemain Juventus lebih dulu mengusulkan pada klub untuk memotong gaji mereka selama pandemi virus corona melanda.

"Satu-satunya bagian yang relevan dari sikap Serie A adalah penyebutan bahwa tim harus menegosiasikan perubahan kontrak dengan pemain individu," tambah Calagno.

Presiden AIC, Damiano Tommasi, juga mengritik keras keputusan yang diambil klub dan Serie A. Tommasi menilai pemain tidak seharusnya dikorbankan demi tetap berjalannya bisnis klub.

"Saya tidak bisa memahami logika bisnis di balik perilaku ini; menempatkan pemain sebagai protagonis utama, dalam situasi yang buruk, ketika hampir semua orang sudah berdiskusi dengan klub bagaimana cara keluar dari krisis ini bersama-sama," ucapnya.

"Rasanya gila bagi saya. Perilaku liga tidak bisa dipahami pada saat seperti ini," tegas Tommasi.

Menurut Tommasi, solusi yang tepat adalah negosiasi ulang kontrak antara klub dan pemain. Sebab, pemain masih bekerja sampai Maret dan saat ini pun tetap menjalankan program dari tim pelatih.

Presiden Hellas Verona, Maurizio Setti mengatakan Italia saat ini seperti berada dalam situasi perang ketika klub-klub Serie A berusaha mengatasi masalah finansial akibat krisis virus corona.

Pandemi COVID-19 telah membuat aktivitas olahraga di Italia terhenti total, dengan Serie A musim 2019/2020 sudah ditangguhkan sejak bulan lalu selepas memainkan pertandingan terakhirnya pada 9 Maret.

"Posisi kami sangat sederhana. Kami berada dalam situasi seperti perang, jadi kami perlu duduk dengan mengandalkan ketenangan, kecerdasan dan keterbukaan, menemukan solusi yang bisa memuaskan kedua pihak," ucapnya.

"Apa yang terjadi sangat berdampak buruk bagi dunia sepak bola, jadi saya percaya tidak akan ada masalah dalam menemukan kesepakatan dengan para pemain saya, mereka semua orang-orang baik," imbuh Setti.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved