Minggu, 12 April 2026

Liga Italia

Ronaldo Menantang Masyarakat Unjuk Kekuatan Otot Perut

Megabintang Juventus, Cristiano Ronaldo, memiliki kekuatan di atas rata-rata meski usianya sudah tak muda lagi bagi seorang pesepak bola.

Penulis: Valentino Verry | Editor: Valentino Verry
Twitter/ Cristiano Ronaldo
Cristiano Ronaldo di Singapura. 

Megabintang Juventus, Cristiano Ronaldo, memiliki kekuatan di atas rata-rata meski usianya sudah tak muda lagi bagi seorang pesepak bola.

Awal pekan ini melalui akun Instagram miliknya, pemain berusia 35 tahun itu memposting video kemampuan dirinya melakukan core crusher challenge. Dia pun langsung menantang warganet melakukan hal yang sama.

Cristiano Ronaldo dalam tayangan TVI
Cristiano Ronaldo dalam tayangan TVI (Instagram/tvioficial)

"Hai semuanya, saya punya tantangan untuk kalian agar selalu aktif. Namanya Kejuaraan/Piala Ruang Tamu (Living Room Cup). Bisakah kalian mengalahkan rekor saya? Buktikan kemampuanmu dan lakukan ini," tulis Ronaldo dalam caption videonya.

Dalam video itu, Ronaldo terlihat berada di lantai dengan alas berwarna hitam. Ia meletakkan punggungnya di lantai, mengangkat kedua kakinya sampai alas sepatunya menghadap langit-langit.

Setelah siap, striker Juventus itu mulai melakukan gerakan seperti akan menyentuh ujung sepatu dengan kedua tangannya. Bisa diperhatikan bahwa dari kepala sampai bahunya tidak menempel ke alas hitam, dan ia mencetak rekor 142 kali dalam 45 detik.

Meski tampaknya sepele, ini adalah gerakan yang bakal sangat melelahkan untuk orang biasa. Pasalnya, core crusher challenge mengharuskan kita memiliki otot perut, otot paha, dan otot lengan yang kuat. Mencapai 142 kali dalam 45 detik sangat luar biasa bagi seorang atlet.

Bahkan, melansir dari Daily Mail, pesepak bola Manchester United, Bruno Fernandes, hanya mampu mencatatkan 117 kali. Sementara itu, Diogo Dalot hanya mendapatkan 105 dalam 45 detik.

Para pesepak bola dunia melakukan berbagai aktivitas selama libur panjang akibat wabah virus corona. Italia menangguhkan kompetisi sepak bola Serie A Liga Italia 2019-2020 sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Pandemi virus Corona yang melanda benua Eropa membuat Ronaldo tidak bisa bermain. Namun kata eks pelatih, situasi ini justru menguntungkan bagi pria berkebangsaan Portugal tersebut.

Pada tahun 2018, Ronaldo memutuskan pindah ke Juventus. Sejak saat itu, ia nyaris tidak pernah berhenti tampil dalam berbagai kompetisi dengan level permainan yang semuanya berat.

Mungkin, absennya Ronaldo dalam satu musim selain karena cedera bisa dihitung jari. Kehadirannya sangat dibutuhkan oleh Juventus hingga Ronaldo tidak pernah hilang dari starting XI.

Namun itu wajar, sebab Ronaldo sangat produktif dalam urusan mencetak gol yang di mana itu dibutuhkan untuk memenangi pertandingan. Pada musim ini saja, ia telah mencetak 27 gol dari 35 pertandingan.

Sayangnya, angka produktivitas gol Ronaldo terpaksa berhenti sampai di situ. Pandemi virus corona yang sedang melanda benua Eropa membuat sejumlah kompetisi harus dihentikan untuk sementara waktu.

Jangankan bertanding, berlatih pun Ronaldo tidak bisa. Ia jadi terpaksa mengambil waktu cuti yang seharusnya dinikmati pada musim panas nanti. Namun menurut Leonel Pontes, situasi ini menguntungkan bagi Ronaldo.

"Masa istirahat ini, terutama di usianya, akan membantu dia untuk mengisi ulang baterainya, mempertahankan rasa lapar dan hasrat untuk bermain," ujar Pontes kepada La Gazzetta dello Sport.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved