Kasus Bau Ikan Asin

Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Sidang Kasus Bau Ikan Asin Digelar Lewat Teleconference

Para hakim tetap berada di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, sedangkan tiga terdakwa kasus Bau Ikan Asin tetap di Rutan Polda Metro Jaya.

ANTARA FOTO/Reno Esnir/ama
Tersangka kasus UU ITE dan pencemaran nama baik artis Fairuz A Rafiq yakni Galih Ginanjar (kanan), Rey Utami (kiri), Pablo Benua (tengah), menjalani sidang perdana yang beragendakan pembacaan dakwaan di PN Jakarta Selatan, Jakarta, Senin (9/12/2019). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Sebagai upaya antisipasi penyebaran virus corona, sidang kasus Bau Ikan Asin akan digelar melalui teleconference.

Rencananya, sidang yang digelar Senin (6/4/2020) ini menggunakan video jarak jauh.

Para hakim tetap berada di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, sedangkan tiga terdakwa kasus Bau Ikan Asin tetap di Rutan Polda Metro Jaya.

Ditemani Pablo Benua, suaminya, Rey Utami menangis disela menjalani sidang kasus dugaan pencemaran nama baik dan tindakan fitnah terhadap Fairuz A Rafiq di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (30/3/2020).
Ditemani Pablo Benua, suaminya, Rey Utami menangis disela menjalani sidang kasus dugaan pencemaran nama baik dan tindakan fitnah terhadap Fairuz A Rafiq di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (30/3/2020). (Warta Kota/Arie Puji Waluyo)

Tiga terdakwa kasus Bau Ikan Asin itu adalah Pablo Benua, Rey Utami dan Galih Ginanjar.

"Agenda sidang adalah duplik, mendengar jawaban terdakwa atas replik jaksa penuntut umum, tapi teleconference," ujar Sugiyarto Atmowidjoyo, kuasa hukum Galih Ginanjar, Minggu (5/4/2020).

Hakim, jaksa penuntut umum dan kuasa hukum berada di ruang sidang pengadilan, sementara para terdakwa tetap berada di rutan.

Galih Ginanjar
Galih Ginanjar (Tribunnews/Apfia Tioconny Billy)

Sidang digelar seperti biasa. Hanya saja terdakwa tidak dihadirkan di ruang sidang.

Sepekan lalu, tiga terdakwa kasus pencemaran nama baik yang dikenal Kasus Bau Ikan Asin itu sudah mendengar tuntutan jaksa penuntut umum.

Pablo Benua dituntut hukuman penjara 2 tahun dan 6 bulan, sementara Rey Utami 2 tahun, dan Galih Ginanjar 3 tahun.

Penulis: Bayu Indra Permana
Editor: Irwan Wahyu Kintoko
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved