Berita Video

VIDEO: Menkumham Yasonna Sebut Orang yang Tak Terima Pembebasan Napi Tumpul Kemanusiaan

"Hanya orang yang sudah tumpul rasa kemanusiaannya dan tidak menghayati sila kedua Pancasila, yang tidak menerima pembebasan napi

Istimewa
Menteri Hukum dan HAM Kabinet Kerja Yasonna Laoly 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA- Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly angkat bicara terkait polemik pembebasan narapidana, di saat pandemi Virus Corona.

Dirinya mengatakan, hanya orang yang sudah tumpul rasa kemanusiaannya, yang tidak membebaskan narapidana di lapas yang mengalami kelebihan kapasitas.

"Hanya orang yang sudah tumpul rasa kemanusiaannya dan tidak menghayati sila kedua Pancasila, yang tidak menerima pembebasan napi di lapas over kapasitas," kata Yasonna melalui pesan Whatsapp, Minggu (5/4/2020).

Pembebasan narapidana karena pandemi Virus Corona menurutnya sesuai dengan anjuran Komisi Tinggi PBB untuk HAM, dan Sub Komite PBB Anti-penyiksaan.

"Iran membebaskan 95.000 orang (termasuk 10.000 tahanan diampuni), Brazil 34.000," katanya.

Sebelumnya sejumlah pihak tidak setuju dengan Yasonna, yang ingin merevisi PP99/2012, untuk mencantumkan juga pembebasan narapidana kasus korupsi, di tengah wabah Virus Corona.

Wacana pembebasan 300 narapidana (Napi) koruptor itu menuai kontroversi dari berbagai kalangan termasuk Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD.

Menurut Mahfud, lapas merupakan tempat isolasi yang lebih efektif untuk napi koruptor, dibandingkan di rumah.

Ia menambahkan, sel napi korupsi yang tidak berdesakkan itu mendukung penerapan physical distancing.

"Lalu yang kedua, kalau tidak pidana korupsi itu tempatnya sudah luas, bisa melakukan physical distancing," terang Mahfud.

Halaman
12
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved