Virus Corona Jabodetabek

Pemkot Jaksel Dapat Ratusan Ember Bekas Cat, Bakal Diubah Jadi Wadah Penampungan Air Cuci Tangan

Pemkot Jaksel Terima Bantuan Ratusan Ember Bekas Cat, Bakal Diubah Jadi Wadah Penampungan Air Cuci Tangan

istimewa
Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Isnawa Adji tinjau pembuatan ember bekas cat untuk wadah penampungan air cuci tangan 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Gerakan cuci tangan yang disampaikan Gubernur DKI jakarta Anies Rasyid Baswedan dalam pencegahan penyebaran virus corona terus disosialisasikan Pemerintah Kotamdya Jakarta Selatan.

Beragam cara dilakukan di tengah keterbatasan, termasuk memanfaatkan ratusan ember bekas cat untuk diubah menjadi wadah air cuci tangan.

Ember bekas cat tersebut diungkapkan Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Isnawa Adji didapatkan dari salah satu perusahaan cat rekanan Pemkot Jaksel.

Ratusan ember bekas cat itu kini tengah dimodifikasi agar dapat digunakan menjadi wadah air untuk cuci tangan.

Modifikasi tersebut di antaranya melubangi dan memasang keran air, sehingga warga dapat dengan mudah mencuci tangan.      

"Kreasi harus kita lakukan, saya berpikir ember bisa kita pakai untuk wadah cucitangan yang murah meriah. Tinggal dipasang kran air dan siapkan sabu cuci tangan," ungkapnya sumringah ditemui di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan pada Rabu (1/4/2020).

Perilaku bersih selama masa wabah virus corona diungkapkan Isnawa Adji harus dimulai sejak di lingkungan terdekat, keluarga dan lingkungan rumah.

Oleh karena itu, wadah air cuci tangan itu nantinya akan ditempatkan setiap gang permukiman warga, khusunya wilayah padat penduduk.

"Minggu ini akan kita usahakan pendistribusiannya ke seluruh wilayah," imbuhnya.

Tidak hanya itu, Isnawa Adji juga mengingatkan sejak merebak Covid-19 jajarannya terus mengingatkan warga untuk tetap diam di rumah dan menjalani physical distancing.

"Ada bagusnya perilaku hidup bersih dan sehat sekarang menjadi sesuatu yang diperhatikan," tuturnya.

Isnawa Adji yang merupakan Kepala Gugus Tugas penanganan Covid-19 di Jakarta Selatan itu menekankan, penanganan Covid-19 tidak hanya memerhatikan aspek pencegahan, tetapi juga Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

"Tetapi juga mengedukasi physical distancing, ingatkan untuk ber-PHBS, tidak mengadakan aktivitas atau kerumunan, cek lokasi penutupan tempat usaha, perkantoran dll," katanya.

Terakhir mantan Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta itu menjelaskan Physical Distancing sangat penting dalam pengurangan penyebaran Covid-19.

"Bapak Gubernur sudah keluarkan aturan untuk work from home (kerja di rumah) kepada warga. Ayo ikuti demi kebaikan semua, demi keselamatan jiwa kita, keluarga dan orang di sekitar kita," imbuhnya.

Editor: Dwi Rizki
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved