Jumat, 24 April 2026

Virus Corona

Cegah Penyebaran Corona, Aa Gym Minta Agar Masyarakat tidak Mudik

"Maka dimohon kepada warga Jakarta untuk tetap tinggal dan tidak mudik."

Editor: Mohamad Yusuf
Tribun Jabar
KH Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-Pemerintah telah mengimbau warga agar tidak mudik ke kampung halamannya.

Namun, nampaknya masih banyak yang enggan menghiraukan imbauan tersebut.

Padahal imbauan tersebut sebagai langkah antisipasi pencegahan virus corona yang semakin meluas.

Pemerintah pun juga akan menutup bus AKAP yang akan keluar atau masuk Jakarta sebagai upaya menekan jumlah warga yang hendak mudik.

Melihat hal tersebut, Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym pun turut andil.

Dilansir Tribunnews.com, Aa Gym menyerukan kepada seluruh warga Jakarta agar tidak mudik ke kampung halamannya.

 Kisah Sadad, Rela Antar Jemput ASI Buah Hati, Disaat Istri Berjibaku Sebagai Perawat Pasien Covid-19

 Ini Aksi Anies, Tukar Pengalaman dengan Wali Kota di 31 Negara untuk Tangani Corona

 Catat! Mulai 1 April-1 Mei 2020, 28 Perjalanan Kereta Api Jarak Jauh Dibatalkan Ini Daftarnya

 Warga Terdampak Corona, ACT Gelar Operasi Makan Gratis Bersama 1.000 Warteg, ini Daftar Lokasinya

AA Gym menyebut, Jakarta merupakan episentrum penyebaran virus corona atau Covid-19.

Hal tersebut mendasari AA Gym meminta masyarakat Jakarta untuk tidak mudik guna menekan penyebaran Covid-19.

KH Abdullah Gymnastiar yang akrab disapa Aa Gym saat ditemui di acara peluncuran MQ Organik di Eco Pesantren Daarut Tauhid di Jalan Ciwaruga, Kabupaten Bandung Barat, melalui siaran pers yang diterima, Kamis (29/8/2019). (Tribun Jabar/M Syarif Abdussalam)

"Assalamualaikum Wr Wb, kepada saudara-saudaraku yang disayangi, warga Jakarta khususnya."

"Seperti kita maklumi, Jakarta adalah episentrum dari penyebaran virus corona ini."

"Maka dimohon kepada warga Jakarta untuk tetap tinggal dan tidak mudik," ucap AA Gym dalam pesan suara yang diterima Tribunnews, Minggu (29/3/2020).

AA Gym juga memaklumi warga pasti berkeinginan untuk mudik karena semuanya pasti sayang pada orang tua, keluarga, sanak saudara.

Namun di tengah wabah virus corona, AA Gym menyebut, saat ini tanda sayang kepada mereka dapat dibuktikan dengan tetap diam di rumah dan tidak mudik.

"Semuanya pasti sayang pada orang tua, sayang kepada keluarga, sayang kepada sanak saudara dan tetangga."

"Bukti sayang itu saat ini adalah diam di rumah, di Jakarta, tidak mudik ke tempatnya masing-masing," ucapnya.

Sementara itu, AA Gym juga menyerukan bahaya virus corona.

Menurutnya, sudah banyak terbukti bahwa seorang tanpa gejala bisa membawa virus corona atau diistilahkan sebagai hidden carrier.

"Karena ternyata terbukti banyak yang badannya seperti sehat membawa virus itu, carrier," ujarnya.

AA Gym menjelaskan, semisal hidden carrier mudik ke kampung halamannya, justru akan membawa musibah.

"Andai kata pulang ke tempat kampungnya akan membawa musibah bagi orang tua, bencana bagi keluarga dan menjadi petaka bagi lingkungannya, Naudzubillah Min Dzalik," imbaunya.

Itu alasan AA Gym meminta agar masyarakat Jakarta tetap tinggal dan tidak mudik.

Menurutnya, tidak mudik bukan berarti tidak peduli dengan keluarga di kampung, justru di tengah pandemi Covid-19 itu menjadi sebuah ungkapan cinta untuk keluarga.

"Maka saudaraku, siapa yang mencintai orang tua, keluarga, sanak saudara, serta lingkungannya, diamlah di Jakarta sebagai bukti cinta," katanya.

Selain mengimbau, AA Gym juga mendoakan semoga pandemi Covid-19 ini segera berakhir.

"Pulang ke tempat asal bisa menjadi sumber petaka, Naudzubillah Min Dzalik."

"Insyaallah akan ada waktu yang tepat sesudah semua ini berlalu, bisa mudik dengan membawa keberkahan."

"Mudah-mudahan Allah melindungi kita semua dan segera mengambil wabah ini," harapnya.

AA Gym juga mendoakan bagi yang mengindahkan himbauannya akan dibalas oleh Allah dengan ganjaran sempurna.

"Dan mudah-mudahan, gigihnya untuk tidak mudik dicatatkan menjadi amal soleh yang dibalas oleh Allah dengan ganjaran sempurna, Amin ya robal alamin."

Tutup Akses Bus AKAP

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan menutup akses bus AKAP (Antar Kota Antar Provinsi) dari dan menuju Jakarta.

Hal itu dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona yang semakin meluas.

Di mana saat ini Kemenhub melihat jumlah lonjakan pemudik yang semakin meningkat.

"Dalam beberapa hari terakhir telah terjadi lonjakan arus penumpang moda transportasi bus ke beberapa kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur," kata Adita Irawati, Jubir Kemenhub, dalam siaran tertulisnya, Minggu (29/3/2020).

"Banyak anggota masyarakat yang telah mempercepat mudik ke kampung halaman dengan berbagai alasan," tambah Aditia.

 Kisah Sadad, Rela Antar Jemput ASI Buah Hati, Disaat Istri Berjibaku Sebagai Perawat Pasien Covid-19

 Ini Aksi Anies, Tukar Pengalaman dengan Wali Kota di 31 Negara untuk Tangani Corona

 Catat! Mulai 1 April-1 Mei 2020, 28 Perjalanan Kereta Api Jarak Jauh Dibatalkan Ini Daftarnya

 Warga Terdampak Corona, ACT Gelar Operasi Makan Gratis Bersama 1.000 Warteg, ini Daftar Lokasinya

Hal tersebut, lanjut Adita, dikhawatirkan dapat memperluas penyebaran virus Covid-19 dari DKI Jakarta.

Yang merupakan zona merah ke luar DKI Jakarta khususnya Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Mengantisipasi hal tersebut, Kemenhub melalui Ditjen Perhubungan Darat dan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) memberikan rekomendasi kepada Dinas Perhubungan DKI.

"Yaitu untuk menutup akses bus AKAP dari dan menuju DKI Jakarta, untuk mencegah makin banyaknya anggota masyarakat yang terinfeksi virus Covid-19," kata Adita.

"Hal ini juga sebagai tindak lanjut terhadap banyaknya permintaan kepala daerah agar bus dari Jakarta tidak datang lagi ke wilayah mereka," lanjut Adita.

Perketat Pengawasan Pemudik

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengungkapkan bahwa ada gelombang perantau asal Jawa Tengah yang pulang ke kampung halamannya sejak Minggu (22/3/2020).

Ganjar Pranowo minta seluruh bupati dan wali kota di provinsinya memantau secara ketat perantau dari Jabodetabek yang mempercepat mudiknya.

Beberapa kasus penularan corona di Jawa Tengah memiliki riwayat perjalanan dari Jabodetabek.

Hingga kini pasien positif covid-19 di Jateng sudah meningkat dua kali lipat dari minggu lalu.

"Terjadi peningkatan penumpang dari Jabodetabek yang turun di terminal-terminal di Jawa Tengah."

 Warga Jakarta Banyak yang Mudik di Masa Pemberlakuan Kerja di Rumah, DPRD Jabar Minta Lockdown

"Misalnya pada 22 Maret di terminal Bulupitu Purwokerto ada 2.323 penumpang turun dan di Terminal Giri Adipura Wonogiri ada 2625 penumpang. Situasi yang sama juga terjadi di terminal Cepu, Pemalang, kebumen, Wonosobo, Cilacap," kata Ganjar, Rabu (25/3/2020).

Agar para perantau ini tidak jadi pembawa virus corona, Ganjar meminta para kepala daerah menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Pemeriksaan kesehatan untuk perantau yang mudik di tengah wabah bahkan diminta berlangsung sampai ke level rukun tetangga (RT).

 UPDATE Mulai Besok Pasar Tanah Abang Tutup Akibat Virus Corona, Blok G Buka Hanya Jual Bahan Pangan

"Dengan demikian, bila ditemukan pasien positif baru, bisa ditelusuri riwayat kontak pasien tersebut," sebut Ganjar.

Sebagai informasi, jumlah pasien positif terinfeksi virus corona di Jawa Tengah terus bertambah.

Pada Rabu (25/3/2020), Ganjar melaporkan ada penambahan 19 pasien baru yang terinfeksi virus tersebut, sehingga kini diketahui ada 38 penderita Covid-19 di Jawa Tengah.

Sebanyak empat orang di antara pasien positif itu sudah meninggal dunia.

 Pekan Ini Puskesmas Pamulang Beroperasi sebagai RS Transit ODP Virus Corona, Bukan Tempat Perawatan

Sejumlah rumah sakit di Jawa Tengah juga merawat 257 pasien dalam pemantauan (PDP) yang belum terkonfirmasi positif Covid-19.

Selain itu, ada pula 2.858 orang dalam pemantauan.

"Ini harus menjadi perhatian serius kita semua. Alarm sudah berbunyi dan semakin keras dari hari ke hari."

"Maka saya meminta bapak ibu semakin waspada, semakin aware terhadap wabah ini. Saya ingatkan, jangan menyepelekan," kata Ganjar.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Seruan AA Gym untuk Tidak Mudik di Tengah Wabah Virus Corona, 

Penulis: Arif Fajar Nasucha

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved