Rabu, 22 April 2026

Virus Corona

Lima Positif Covid 19 di Purbalingga, Pemkab Dikritik

Sebanyak lima warga Purbalingga, Jawa Tengah, dinyatakan positif terjangkit virus Korona atau Covid-19.

Editor: Ahmad Sabran
istimewa
Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi dalam video siaran melalui media sosial instagram, Jumat (27/3/2020).(KOMPAS.COM/MOHAMAD IQBAL FAHMI) 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA- Sebanyak lima warga Purbalingga, Jawa Tengah, dinyatakan positif terjangkit virus Korona atau Covid-19.

Empat orang dewasa dan yang satunya balita berusia 2 tahun.

Hal itu diketahui berdasarkan hasil pemeriksaan Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Yogyakarta.

Menyikapi hal itu, Aliansi Masyarakat Anti Covid-19 (AMAN Covid-19) dalam keterangan persnya menilai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga lalai soal penanggulangan penyebaran Covid-19.  Terlebih ada balita yang juga ikut terpapar Covid-19.

“Kabar balita dari Purbalinga positif terpapar Korona hangat diperbincangkan, ini baru pertama kali di Indonesia. Dugaan kami ini kelalaian Pemkab,” kata Koordinator Nasional AMAN Covid-19, Ramadhan Fadlan, Sabtu (28/3/2020).

Ia mengatakan, dugaan tersebut berasalan karena menurut pemantauannya, Pemkab Purbalingga masih memberi kelonggaran bagi seseorang yang terindikasi Corona.

Sebagai contoh, lanjutnya, saat ini total ODP (orang dalam pemantauan) di Purbalingga sebanyak 968 dan PDP (pasien dalam pengawasan) ada 41 orang.

"Namun mekanisme pemantauannya kurang jelas, bahkan ada dugaan kecolongan dengan melepas orang yang terindikasi suspect Korona. Himbauan untuk melakukan karantina selama 14 hari pun cenderung diabaikan. Purbalingga memang menjadi salah satu konsen pemantauan kami,” tambahnya.  

Selain itu, ia mempertanyakan keseriusan Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi soal pengawasan orang mudik.

Misalnya soal pemudik yang masuk akan dipasangi gelang dan jika dilepas didenda 500 ribu.

Justru, berdasarkan pemantauan Ramadhan, Pemkab Purbalingga membuat blunder terkait pembagian masker. Misalnya pembagian masker di pasar Segamas, Purbalingga, Jum’at (27/3).

Pembagian masker tersebut justru menimbulkan kerumuman massa dan desak-desakan antar-warga. Hal itu jelas bertentangan dengan himbauan pemerintah pusat.

 “Kita berharap kepala daerah dapat mematuhi arahan pemerintah pusat dalam memutus mata rantai penyebaran virus Korona,” ujar Ramadhan Fadlan.

Seperti diketahui, seorang balita berusia dua tahun di Kecamatan Kemangkon, Purbalingga, Jawa Tengah terkonfirmasi positif virus corona (Covid-19), Jumat (27/3/2020).

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi mengatakan, pasien balita tersebut memiliki riwayat mobilisasi ke Jakarta bersama neneknya menghadiri sebuah hajatan.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved