Virus Corona
Akibat Wabah Covid-19, Mess PS Tira Persikabo Tak Ada Orang
Para pemain PS Tira Persikabo sudah diliburkan sejak dua pekan lalu, dan semua pemain lokal pulang ke daerah masing-masing.
Penulis: Yudistira Wanne |
Para pemain PS Tira Persikabo, Bogor, mendapat libur panjang, sehingga bisa pulang ke daerah masing-masing.
Sebagaimana diutarakan Direktur Pengembangan Bisnis PS Tira Persikabo, Rhendie Arindra, para pemain Laskar Padjajaran sudah diliburkan sejak dua pekan lalu.
Pebisnis muda itu mengatakan, semenjak tim diliburkan, pemain sudah tidak berada di mess PMPP di Hambalang, Kabupaten Bogor.
Menurut pria asli putra Bogor tersebut, usai menang 3-1 melawan Persita Tangerang, tim besutan Igor Nikolayevich Kriushenko sudah kembali ke rumah masing-masing.
"Dari dua pekan lalu semua pulang ke rumah masing-masing, sudah tidak ada di mess. Dari lawan Persita semua diliburkan ke rumah masing-masing. Kayak Abduh pulang ke Ternate. Semuanya kita bubarkan di mess," ujarnya.
Pemain asing
Namun stuasinya berbeda dengan para pemain asing Laskar Padjadjaran. Rhendie Arindra membenarkan bahwa para pemain asingnya masih menetap di Indonesia.
Untuk informasi, para pemain asing PS Tira Persikabo mendapat fasilitas rumah di salah satu kawasan elite di Kabupaten Bogor.
"Saya tidak tahu ya, ada yang pulang ke rumah atau yang lain saya tidak tahu. Tapi yang pasti sudah tak ada orang di mess. dan pemain asing juga di rumahnya masing-masing, tidak pulang ke negaranya. Pemain asing sih kami kasih rumah di Sentul City, bukan apartemen," katanya.
6 poin penting
Sebelumnya, Jumat (27/3/2020), PSSI resmi mengeluarkan keputusannya terkait Kompetisi Liga 1 dan 2 2020, dan menyebut kompetisi dalam status keadaan darurat bencana virus corona.
Dalam surat keputusan bernomor 48/SKEP/III/2020 itu terdapat enam poin penting yang memengaruhi kompetisi di tahun 2020.
Di poin pertama PSSI menetapkan bahwa bulan Maret, April, Mei dan Juni 2020 adalah status keadaan darurat bencana virus corona di Indonesia, maka situasi tersebut dikatakan bencana yang tak terelakkan (Force Majeure).
Poin kedua berdasarkan poin pertama, maka peserta Liga 1 dan 2 dapat mengajukan perubahan kontrak kerja yang telah ditandatangani. Disepakati antara klub dan pemain, pelatih dan official atas kewajiban pembayaran gaji di bulan Maret, April, Mei dan Juni 2020 yang akan dibayarkan, maksimal 25 persen dari kewajiban yang tertera di dalam kontrak kerja.
Poin ketiga yakni menunda gelaran kompetisi Liga 1 dan 2 2020 sampai tanggal 29 Mei 2020
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/indar-istiqnan-dalam-menjaga-kebugaran-tubuhnya-selama-liga-1-2020-dihentikan.jpg)