Virus Corona

UPDATE Corona Dunia, Spanyol Tembus Angka 4.000 Kematian, Italia 8.000 Kematian, Data Lengkapnya

UPDATE Corona Dunia, Spanyol Tembus Angka 4.000 Kematian, Italia 8.000 Kematian, Data Lengkapnya

UPDATE Corona Dunia, Spanyol Tembus Angka 4.000 Kematian, Italia 8.000 Kematian, Data Lengkapnya
Pablo Blázquez Domínguez/Getty Images
Seorang wanita di Madrid keluar dari toko buah memakai masker. Spanyol jadi salah satu negara yang berlakukan lockdown 

Setelah menyalip China, jumlah kematian akibat Virus Corona di Spanyol terus melaju kencang.

Mengutip The Jakarta Post korban virus coron di Spanyol menembus angka 4.000 atau tepatnya melonjak menjadi 4.089 setelah 655 orang meninggal dalam 24 jam.

Data www.worldometers.info bahkan lebih ekstrim. Spanyol mencatatkan angka kematian selama sehari yakni 7i8 orang sehingga total menjadi 4,365.

Update angka kematian akibat virus corona di dunia. Spanyol tembus 4.000 sementara Italia 8.000 orang tewas karena corona
Update angka kematian akibat virus corona di dunia. Spanyol tembus 4.000 sementara Italia 8.000 orang tewas karena corona (www.worldometers.info)

Spanyol seperti kejar-kejaran dengan Italia, negara paling banyak korban meninggal dunia karena Covid-19.

Kemarin jumlah kematian di Italia sebanyak 712 orang sehingga total kematian di Italia tembus 8.000 orang atau tepatnya 8,215 orang.

JUMLAH Kematian Akibat Virus Corona di Spanyol Telah Lebihi China, Negara Asal Covid-19 Ditemukan

1 Oulet Karaoke Anang Hermansyah dan 64 Outlet Inul Vista Tutup Sementara Cegah Wabah Virus Corona

Demi mencegah menyebar luasnya penyakit itu, Spanyol telah memperpanjang masa lockdown dari 14 Maret hingga 11 April.

Otoritas kesehatan berharap akan segera menjadi jelas apakah kuncian itu memiliki efek yang diinginkan.

Wilayah Madrid menderita dampak paling parah dari epidemi dengan 17.166 infeksi - hanya di bawah sepertiga dari total - dan 2.090 kematian, atau 51 persen dari angka nasional.

Perdana Menteri Pedro Sanchez, yang istrinya terinfeksi virus itu, mengatakan ini adalah saat paling sulit di negara itu sejak perang saudara 1936-39.

Polisi Penganiaya 3 Bintara Hingga Terluka Sudah Ditahan, Kompolnas Minta Atasan Pelaku Diperiksa

"Hanya orang tertua yang tahu kesulitan perang sipil dan akibatnya, dapat mengingat situasi kolektif yang lebih keras daripada yang sekarang. Generasi-generasi lain di Spanyol tidak pernah, pernah harus menghadapi sebagai sesuatu kolektif yang begitu keras," katanya mengatakan ketika dia memberlakukan keadaan darurat pada 14 Maret.

Halaman
1234
Editor: Wito Karyono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved