Moneter

Pengajuan Hutang Sebesar Rp 4,8 triliun Disetujui, Bank Dunia Segera Kucurkan Duit untuk Indonesia

Pinjaman ini dilakukan sebagai upaya World Bank dalam mendukung upaya pemerintah Indonesia mempertahankan pertumbuhan ekonomi

Pengajuan Hutang Sebesar Rp 4,8 triliun Disetujui, Bank Dunia Segera Kucurkan Duit untuk Indonesia
thinkstockphotos
Ilustrasi. Sejak tadi pagi, rupiah dibuka melemah 0,09 persen sehingga pergerakan rupiah hari ini berada dalam range yang terbatas. 

Dewan Direktur Eksekutif Bank Dunia akhir pekan lalu menyetujui pinjaman sebesar 300 juta dollar AS atau Rp 4,8 triliun (Kurs Rp 16.000).

Pinjaman ini dilakukan sebagai upaya World Bank dalam mendukung upaya pemerintah Indonesia mempertahankan pertumbuhan ekonomi dan mencapai tujuan kesejahteraan bersama.

Sekitar setengah dari penduduk dewasa Indonesia tidak memiliki rekening bank, sehingga sangat terbatas kesempatan untuk berinvestasi bagi masa depan dan mendapatkan perlindungan dari guncangan finansial dan non-finansial.

Teras Narang Minta Pemerintah Alokasikan Anggaran PUPR dan Alutsista untuk Penanganan Covid19

Kunci Selamatkan Ekonomi, Faisal Basri: Umumkan Darurat Corona, Hentikan Pembangunan Ibukota Baru

Selain itu, terbatasnya layanan keuangan dan kurangnya insentif untuk tabungan jangka panjang menciptakan risiko lebih lanjut bagi individu serta membatasi peluang investasi di sektor-sektor penting, seperti infrastruktur.

“Sekarang, percepatan reformasi lebih lanjut untuk meningkatkan efisiensi dan inklusi tanpa mengabaikan stabilitas diperlukan untuk membiayai kurangnya infrastruktur dan memperluas peluang ekonomi bagi individu dan usaha di Indonesia,” kata Luky Alfirman, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Kementerian Keuangan melalui siaran resmi, Senin (23/3/2020).

Rupiah Kini Terlemah di Asia, Hampir Tembus Rp 17.000 Terhadap Dolar AS, Fundamental Ekonomi Kuat?

Pinjaman ini juga akan digunakan untuk mendukung kebijakan pembangunan dengan memberikan bantuan anggaran bagi agenda reformasi Indonesia di tiga bidang kebijakan utama, demikian disadur Warta Kota dari Kompas.com.

Pertama, menambah ukuran sektor keuangan Indonesia dengan memperluas jangkauannya, memperluas produk pasar keuangan dan memobilisasi tabungan jangka panjang. Ini akan meningkatkan ketersediaan dana dan akses terhadap peluang keuangan bagi individu dan perusahaan.

Kedua, meningkatkan efisiensi sektor keuangan dengan menjadikan praktik keuangan lebih transparan, andal dan berbasis teknologi.

Denny Siregar Banggakan Kontribusi Cina Soal Corona, Dahnil Ahzar: Mending Diam,Jangan Sok Tahu

Sohibul Iman Komentari Pernyataan Jokowi yang Sebut Stok Masker ada 50 Juta: Jangan Hanya Ekspektasi

Hal ini akan menguntungkan baik individu maupun perusahaan dengan membantu menyalurkan tabungan untuk peluang investasi paling produktif dengan cara yang lebih murah, lebih cepat dan lebih aman.

Ketiga, memperkuat ketahanan sektor keuangan untuk menahan guncangan, dengan memperkuat kerangka kerja resolusi, mempromosikan praktik keuangan berkelanjutan dan membangun mekanisme keuangan risiko bencana.

Ini akan mendukung Indonesia dalam perlindungan untuk masyarakat dan asset jika terjadi guncangan.

Gawat, Harga Emas Antam Terus Anjlok, Pemerintah Diminta Tegas Tetapkan Status Terkait Corona

Sejarah Perbankan Nusantara Sampai Awal Abad ke-19, Bangsa-bangsa Eropa Punya Andil Besar

Satu Kahkonen selaku Country Director Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste mengatakan, fundamental makroekonomi Indonesia masih terus kuat. Tingkat kemiskinan juga mencapai satu digit atau merupakan tingkat terendah yang pernah ada.

“Dengan melambatnya laju pengentasan kemiskinan, penting untuk melindungi mereka yang masih berjuang mencapai keamanan finansial kelas menengah," katanya

Sektor keuangan yang sehat sangat penting untuk mempertahankan pertumbuhan Indonesia serta mencapai sasaran pertumbuhan ekonomi pemerintah dan pengentasan kemiskinan, terutama di tengah kondisi global yang terus menantang,” ungkapnya.

Editor: Feryanto Hadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved