Kamis, 7 Mei 2026

Virus Corona

Jakarta Tertinggi Korban Tewas Akibat Virus Corona, Pasar Mayestik Disemprot Disinfektan

Jakarta Tertinggi Korban Tewas Akibat Virus Corona, Pasar Mayestik Disemprot Disinfektan

Tayang:
Editor: Dwi Rizki
istimewa
Penyemprotan Disinfektan Pasar Mayestik pada Jumat (20/3/2020) 

Tercatat menjadi wilayah tertinggi kasus terinfeksi sekaligus korban meninggal dunia akibat virus corona, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan sejumlah langkah penyebaran virus corona.

Mulai dari social distancing atau menjaga jarak masyarakat hingga penyemprotan disinfektan di sejumlah ruang publik.

Tidak terkecuali Pasar Mayestik, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Pasar seluas satu hektar persegi itu disemprot petugas disinfektan pada Jumat (20/3/2020) petang.

Penyemprotan disinfektan dilakukan lewat penyisiran setiap lantai, mulai dari basemen pertama hingga lantai empat pasar.

Petugas juga menyemprot sejumlah area gedung pasar, termasuk food court, los sayur dan daging hingga kantor pengelola pasar.

Langkah tersebut diungkapkan Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Arief Nasrudin dilakukan guna mencegah penyebaran virus corona di areal pasar.

Pasalnya diketahui pasar merupakan salah satu ruang publik terbesar yang beresiko tinggi penyebaran virus corona. 

"Hal ini kami lakukan guna mencegah penyebaran virus corona baik kepada pengunjung juga para pedagang," kata Arief ditemui pada Jumat (20/3/2020) sore. 

Penyemprotan disinfektan tersebut lanjutnya, telah disosialisasikan satu hari sebelumnya kepada para pedagang.

Para pedagang diminta untuk menutup kios atau los dagangannya sebelum pukul 16.00 WIB.

Sehingga penyemprotan disinfektan dapat dilakukan secara leluasa mulai dari petang hingga malam hari.

"Kita telah memberitahukan kepada para pedagang lewat surat pemberitahuan kalau ada penyemprotan di seluruh areal Pasar Mayestik," jelas Arief.

"Jadi sewaktu penyemprotan tidak ganggu pedagang," tambahnya. 

Selain penyemprotan disinfektan, Perumda Pasar Jaya katanya juga melakukan sejumlah langkah antisipatif dalam pencegahan penyebaran virus corona.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved