Rabu, 15 April 2026

Virus Corona

Merokok Ternyata Bisa Tingkatkan Risiko Infeksi dan Perparah Komplikasi COVID-19

perilaku merokok merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko infeksi COVID-19 dan memperparah komplikasi penyakit yang diakibatkannya

Editor: Feryanto Hadi
WHO diolah Wartakotalive.com/Suprapto
Angka kematian per hari akibat Virus Corona terus meningkat. Berdasarkan data WHO, angka kematian per hari pada Minggu (8/3/2020) sebanyak 98 orang, kemudian pada Senin (9/3) naik menjadi 225 orang, Selasa (10/3) 203 orang, Rabu (11/3) 280 orang dan Kamis (12/3) 321 orang. Dalam lima hari terakhir ini, jumlah orang meninggal akibat Virus Corona mencapai 225 orang/hari. 

Analysis of factors associated with disease outcomes in hospitalized patients with 2019 novel coronavirus disease (Wei Liu, dkk., Chinese Medical Journal, 2020).

Dalam studinya menyebutkan, 78 pasien coronavirus dengan pneumonia selama 2 minggu perawatan ditemukan bahwa 11 pasien memburuk dan 67 pasien kondisinya membaik, dengan 27 persen dari kelompok yang memburuk memiliki riwayat merokok, sementara dari kelompok yang kondisinya membaik hanya 3 persen yang punya riwayat merokok.

Epidemiological and clinical characteristics of 99 cases of 2019 novel coronavirus pneumonia in Wuhan, China: a descriptive study (Prof. Nanshan Chen, dkk, The Lancet, 2020).

Dulu Begitu Terkenal, Pedangdut Mansyur S Kini Jadi Pengangguran, Sampai Susah Bayar Listrik

Studi ini menyebutkan 99 orang pasien dari Wuhan Jinyintan Hospital dirawat selama 20 hari, 11 orang meninggal pada akhir penelitian, 3 adalah perokok dengan 2 kematian pertama adalah perokok laki-laki.

“Melihat temuan-temuan di atas, masyarakat perlu mengetahui bagaimana perilaku merokok memiliki risiko lebih tinggi terhadap infeksi dan perparah komplikasi COVID-19, sehingga masyarakat lebih waspada mengingat Indonesia adalah negara dengan jumlah perokok pria yang sangat tinggi,” imbau Prof.Dr. Amin Soebandrio, PhD, SpMK (K), Kepala Lembaga Biologi dan Pendidikan Tinggi Eijkman.

Sementara itu, Dr. Feni Fitriani Sp.P(K), Ketua Pokja Masalah Rokok Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, dalam kesempatan yang sama mengatakan, "merokok meningkatkan reseptor ACE 2, yang kita tahu juga menjadi reseptor virus corona penyebab COVID-19."

"Sehingga makin banyak virus corona penyebab COVID-19 yang hinggap atau menempati reseptor tersebut, jadi perokok makin besar risiko kena COVID-19."

Mahfud MD Singgung Kebijakan Susi Pudjiastuti Sebabkan Kapal Mangkrak, Fahri hamzah: Itu Tidak Elok

Malas Bahas Soal Kandidat CEO Ibu Kota Baru, Fadli Zon: Mirip-mirip dengan Esemka

"Ini juga meluruskan disinformasi yang beredar yang menyebutkan merokok atau asap rokok bisa membantu meredakan COVID-19. Ini sama sekali salah. Maka, untuk mengurangi atau mencegah risiko corona dan komplikasinya, kurangi merokok. Berhenti lebih baik."

Komnas PT berharap pemerintah juga diharapkan untuk lebih jelas menyampaikan kepada masyarakat bahwa salah satu pencegahan yang harus dilakukan adalah dengan berhenti atau setidaknya mengurangi merokok dan menyediakan panduan serta program pendampingan bagi masyarakat yang mau berhenti merokok demi melindungi mereka dari pandemi global COVID-19.

Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved