Virus Corona
SEGINI Harga Bawang Bombay di Pasar Senen, Bikin Pedagang Elus Dada
Selain jahe merah kini harga bawang bombai melenjit mencapai Rp 150.000 perkilogram di tengah merebaknya isu virus corona atau Covid-19 di Indonesia.
Penulis: Joko Supriyanto |
Selain jahe merah kini harga bawang bombai melenjit mencapai Rp 150.000 perkilogram di tengah merebaknya isu virus corona atau Covid-19 di Indonesia.
Harga itu membuat para pedagang seperti pedagang Pasar Senen Blok III mengelus dada.
Sebab, para pedagang menyebut jika kenaikan harga bawang bombai mencapai 5 kali lipat dibandingkan sebelum adanya virus corona.
Pedagang menduga, kenaikan harga karena dampak impor di tengah corona.
"Kalo bombai ini yang paling naiknya parah, padahal bombai itu gak begitu banyak orang beli, cuma sekarang jadi langka, susah, karena mungkin karena impor juga apalagi ditengah corona," kata Edo (40) salah satu pedagang di Pasar Senen (9/3/2020).
• MEMANAS! Korea Utara Ancam Tembak Pendatang, China Larang Warganya Dekati Perbatasan
• 600.000 Masker Siap Kirim ke China, Padahal Kebutuhan Masker Warga Jakarta 1 Juta Pieces Perhari
• Ririn Ekawati Ditangkap Polisi Karena Narkoba, Polisi: Masih Kami Periksa
• Bali United Tanpa Ilija Spasojevic dan Paulo Sergio Lawan Ceres Negros, Ini Sosok Penggantinya
Menurut Edo, kenaikan harga bawang bombai sudah terjadi sejak pengumuman dua orang WNI terkena corona.
Sejak saat itu stok bawang bombai di pasaran mulai menipis, jika pun masih ada harganya naik berkali-lipat.
"Ya pokoknya semenjak corona-corona itu udah naik, di Pasar Induk pun juga udah jarang bawang bombai, jadi emang susah, kalo ada ya mahal, makannya kita pedang juga binggu gak naikin harga dari sana saja sudah mahal. Kita mah pedagang cuma bisa ngelus dada mas," katanya.
• KISAH Warga Kimbeli Papua, Tinggalkan Kampung dan Harta Benda untuk Selamatkan Diri dari Ancaman KKB
Tak hanya itu, Nana (40) salah satu pedagang Pasar Senen, mengatakan, sebelum adanya virus corona harga bawang bombai berkisar Rp 30.000 perkilo gram.
Kini justru tembus mencapai Rp 150.000 perkilogram.
"Dulu mah Rp 30.000. Sekarang mah kita jual Rp 150.000. Ya mau gimana orang dari sana sudah mahal," kata Nana.
Nana menyebut, meski harganya mahal memang pembeli bawang bombai tak begitu banyak.
• HANYA Gara-gara Dihalangi saat di Tempat Hiburan Malam, Pria Ini Ditusuk Hingga Tewas
Mayoritas kebanyakan pembelinya dari warga Arab ataupun India, sedangkan masyarakat Indonesia sendiri jarang.
"Tapi kan kalau Bombai sendiri kayak warga kita gini jarang ada yang beli juga. Sebanyak orang Arab, Afrika gitu, mereka sering tuh beli, tapi emang gak begitu pengaruh ke masyarakat walaupun mahal," ucapnya. (JOS)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/bombay-0903.jpg)