Sepanjang 2019 Mandiri Tunas Finance Salurkan Lending Rp 28,8 Triliun dan Raup Laba Rp 445,4 Miliar

Sepanjang 2019 PT Mandiri Tunas Finance menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 28,8 triliun dan meraup laba bersih Rp 445,4 miliar.

Sepanjang 2019 Mandiri Tunas Finance Salurkan Lending Rp 28,8 Triliun dan Raup Laba Rp 445,4 Miliar
istimewa
Penyampaian kinerja PT Mandiri Tunas Finance kuartal pertama 2020. 

Sepanjang 2019 PT Mandiri Tunas Finance (MTF) menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 28,8 triliun dan meraup laba bersih Rp 445,4 miliar.

Perusahaan pembiayaan yang merupakan bagian dari Mandiri Group itu konsisten menjalankan penyaluran pembiayaan kendaraan bermotor sebagai kontribusi dalam pembangunan ekonomi di berbagai wilayah di seluruh Indonesia.

Direktur Utama MTF Arya Suprihadi dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis (5/3/2020) di Jakarta  bersyukur pihaknya dapat melalui tahun yang penuh tantangan dengan pencapaian yang menggembirakan.

Beli Mobil atau Bayar Sekolah Lewat MTF Semakin Mudah, Cukup Sebut Nomor KTP

"Di tengah melambatnya pertumbuhan industri otomotif, MTF berhasil membukukan kenaikan baik dari sisi penyaluran pembiayaan, pendapatan, laba, maupun asset dengan tetap disertai kehati-hatian dengan menjaga rasio kredit bermasalah tetap di level yang aman. Untuk itu kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh stakeholders, baik customer, pemegang saham, karyawan, regulator, mitra kerja serta semua pihak atas berbagai pencapaian baik dari aspek keuangan maupun non keuangan,” paparnya  

Kinerja keuangan 
Sepanjang tahun 2019, MTF telah menyalurkan pembiayaan baru sebesar Rp 28,8 triliun atau naik 6,63% dibandingkan pembiayaan baru tahun 2018 sebesar Rp26,9 triliun.

Selain itu, MTF juga berhasil mencatatkan perolehan pendapatan sebesar Rp 3,44 triliun, naik 10,3% dibandingkan pendapatan tahun 2018 sebesar Rp 3,12 triliun.

"Dilihat dari segmennya, pendapatan tersebut terdiri atas 80,01% segmen retail dan 19,9% segmen fleet,“ kata Arya.

Komunitas MTF GOwes Sebarkan Edukasi Budaya dengan Bersepeda ke Obyek Wisata Bersejarah di Jakarta

Sedangkan secara geografis, kenaikan pendapatan tersebut terutama ditunjang oleh kenaikan pendapatan sebesar 28,78% di wilayah Kalimantan dan 15,82% Sumatera (Nangroe Aceh Darussalam, Riau, dan Sumatera Utara).

Perusahaan juga mencatatkan laba bersih sebesar Rp445,4 miliar atau naik 10,4% dibandingkan periode yang sama tahun 2018.

Sementara aset tumbuh 4,68% dibandingkan periode yang sama tahun 2018, yakni mencapai Rp18,3 triliun per 31 Desember 2019 dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp17,5 triliun.

Halaman
12
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved