Senin, 27 April 2026

Viral Medsos

Kronologi Lengkap Bentrokan Driver Ojol dan Debt Collector Versi Kapolres Sleman

Bentrokan tersebut diduga merupakan buntut dari aksi penganiayaan terhadap seorang driver ojol oleh oknum diduga debt collector.

instagram @newdramaojol.id
Driver Ojol VS Debt Collector di Jogja pada Kamis (5/3/2020) 

WARTAKOTA -- Bentrokan ratusan pengemudi ojek online (ojol) dengan sejumlah pria yang diduga debt collector, di kantor Grab Yogyakarta, Ruko Casa Grande Maguwoharjo, Kamis (5/3/2020).

Kapolres Sleman AKBP Rizki Ferdiansyah, menjelaskan bentrokan tersebut diduga merupakan buntut dari aksi penganiayaan terhadap seorang driver ojol oleh oknum diduga debt collector.

Informasi yang diperoleh Tribunjogja.com, awal mula kejadian bermula saat seorang driver ojol berinisial LA, melihat ada temannya berpakaian ojol diberhentikan oleh dua orang yang mengaku Debt Collector, di Jalan Wahid Hasyim, Condongcatur, Depok, Sleman, Selasa (3/3/2020) lalu.

 Melihat hal itu, ia berusaha melerai dan meminta rekannya yang motornya akan ditarik DC untuk pergi terlebih dahulu.

Saat itu salah seorang DC  dilaporkan menelepon teman-temannya, dan begitu sampai mereka langsung memukuli LA.

Kronologi Bentrokan Massa Driver Ojol dan Debt Collector di Jogja, Kasus Pembacokan Dilanjutkan

VIRAL Bentrokan Antara Ratusan Ojol dan Debt Collector, ini Penjelasan Kapolres Sleman

Imbas dari penganiayaan itu, puluhan driver ojol geruduk kantor milik debt collector itu pada Rabu (4/3/2020) kemarin.

Suasana pun makin memanas ketika para DC datang ke Kantor Grab pada Kamis (6/3/2020).

Kedua pihak pun akhirnya terlibat aksi saling lempar batu di kawasan tersebut.

Menurut Kapolres Sleman, kedatangan para anggota DC ke kantor Grab Yogyakarta tersebut dikabarkan sebenarnya untuk mencoba melakukan mediasi.

Namun terjadi salah persepsi dan menimbulkan anggapan bahwa kantor Ojol tersebut sedang diserang oleh para DC.

"Itu disangkanya kantornya diserang, padahal enggak. Karena permasalahannya simpang siur, disangkanya kantor mereka diserang," ungkap Kapolres Sleman.

Kapolres Sleman, AKBP Rizky Ferdiansyah
Kapolres Sleman, AKBP Rizky Ferdiansyah (Tribun Jogja/ Alexander Ermando)

Polisi yang datang pun langsung mencoba menarik massa ke Polsek Depok Timur.

Sedangkan para DC diamankan polisi untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan.

"Saya bubarkan, saya tarik ke sini lebih aman," tambahnya.

Usut Kasus Penganiayaan

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved