Rabu, 15 April 2026

Virus Corona

Sulit Cari Masker, Penyintas Kanker Stadium 2 ini Keliling hingga 50 KM

Penyintas kanker kesulitaan mencari masker di kediamannya Kalimantan Barat.

Editor: Mohamad Yusuf
(istimewa)
Susanto Tan (46) dan Celine (6), ayah dan anak penyintas kanker ini butuh masker dengan harga normal. 

Kisah Julie menjadi pasien positif Corona bermula pada 3 Februari 2020 lalu.

Namun, dalam waktu 9 hari ia dinyatakan bukan lagi pasien positif Corona.

Seperti dilansir TribunSolo, masuknya Virus Corona di Indonesia, mulai membuat masyarakat panik.

Padahal, banyak yang belum tahu, apa yang sebenarnya akan terjadi pada tubuh manusia, bila terpapar virus ini.

Virus ini memang menjadi wabah dunia, dan telah menelan korban lebih dari 1.000 orang meningal dunia.

Meski demikian, secara statistik, prosentase pasien yang sembuh, jauh lebih besar daripada yang gagal bertahan hidup.

Bahkan, banyak pasien yang memerlukan waktu rawat lebih cepat, ketimbang beberapa penyakit lainnya.

Lalu, bagaimana sebenarnya yang akan terjadi, bila manusia terpapar Virus Corona?

Julie, adalah salah satu pasien positif Corona di Singapura. 

Kepada BBC, ia menceritakan secara detail apa yang terjadi padanya, dari awal hingga benar-benar sembuh.

Kisah Julie bermula pada 3 Februari 2020.

"Saat itu saya pertama kali kena demam. Suhu tubuh saya ada di kisaran 38,2 sampai 38,5," ujar Julie.

Julie pun merasa tak aneh dengan demam itu..

Ia kemudian menenggak obat flu.

"Kondisi tubuhku berangsur baik. Aku hanya merasa agak letih, lalu aku istirahat, tidur seharian," kata Julie.

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved