Virus Corona
Kapan Virus Corona Berakhir? Dokter Cina Berikan Jawaban ini
Yang menjadi pertanyaan publik adalah, sampai kapan kondisi wabah virus corona ini akan berakhir?
Setidaknya ada enam negara telah berhasil sembuhkan warganya dari infeksi virus corona.
Negara yang berhasil sembuhkan warganya dari infeksi virus corona itu adalah Cina, Korea Selatan, Italia, Iran, Vietnam, dan Amerika Serikat (AS).
Enam negara itu memiliki strategi masing-masing untuk berhasil sembuhkan warganya dari infeksi virus corona.
Yang menjadi pertanyaan publik adalah, sampai kapan kondisi wabah virus corona ini akan berakhir?
• Untuk Cegah Virus Corona, Ini Macam-Macam Minuman Tradisional dari Bahan Herbal dan Cara Membuatnya
• Ini Kesaksian Julie, Pasien Corona yang Sembuh setelah Karantina 9 Hari
Seperti halnya virus-virus sebelumnya, virus corona juga pasti akan berlalu layaknya virus flu burung, SARS, dan MERS.
Ahli dari China mengungkapkan dua kemungkinan bagaimana kasus virus corona akan berakhir di dunia.
Sebelum membahas penuturan ahli dari China tersebut, diketahui virus corona kini sudah menjangkit 73 negara, termasuk Indonesia.
Sementara jumlah kasus yang tercatat kurang lebih 90.872 kasus dan di Indonesia sendiri dua WNI dinyatakan positif virus corona.
Terkait semakin meluasnya penyebaran virus corona, baik pihak pemerintah maupun para ahli menghimbau warga untuk tidak panik.
Berikut penjelasan lengkap terkait kapan virus corona akan berakhir dan mengapa manusia tak perlu khawatir menurut ahli.
Dilansir Tribun Style dari New York Times dalam artikel "Flu Burung Ada Masa Berakhirnya, Lantas Kapan Virus Corona Berlalu? Ahli Bongkar 2 Kemungkinan Ini".
1. Peluang Sembuh Tinggi
Menilik data kasus virus corona terbaru, pihak pemerintah menghimbau masyarakat untuk tidak panik berlebihan.
Hal ini dikarenakan virus corona masih bisa disembuhkan dengan perawatan medis yang tepat.
Tercatat korban meninggal akibat terjangkit virus corona menjapai 3.117 jiwa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/sebaran-pasien-terinfeksi-virus-corona-covid-19-di-dunia.jpg)