Breaking News:

Virus Corona

Seusai Presiden Jokowi Tetapkan 2 WNI Positif Virus Corona, Harga Masker naik 7 Kali Lipat

Seusai Presiden Joko Widodo alias Jokowi menetapkan dua orang Indonesia positif virus corona, harga masker di Glodok naik.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Intan Ungaling Dian
Warta Kota/Nur Ichsan
Penjualan masker mengalami peningkatan hingga 10 kali lipat di Pasar Pramuka, Jakarta Timur, Senin (2/3/2020). Warga mencari masker kesehatan untuk melindungi diri agar tak terpapar virus corona, yang kini sudah sudah ada 2 WNI positif virus corona. 

Seusai Presiden Joko Widodo alias Jokowi menetapkan dua orang Indonesia positif virus corona, harga masker di Glodok, Taman Sari, Jakarta Barat melonjak drastis.

Mulai Senin (2/3/2020) harga masker eceran yang biasanya Rp1.000 naik menjadi Rp 7.500 per lembar.

Penjual alat-alat kesehatan di LTC, Glodok, Jakarta Barat Suranto (39) mengatakan, harga masker yang sebelumnya sudah melonjak naik.

Kemudian, harga masker kembali naik seusai penetapan dua WNI positif viruscorona.

"Kemarin masker merek Sensi harga per pak Rp 250.000, sekarang saya jual Rp 375.000. Kemungkinan besok akan naik lagi," ujar pemilik toko Sarana Safety saat dihubungi, Senin (2/3/2020).

Masker merek Sensi merupakan masker biasanya kerap dijual Rp1.000 per lembar. Harga masker tersebut mulai naik sejak isu virus corona atau Coronavirus merebak.

Ini Cara Cuci Tangan yang Benar Sesuai Standar WHO dan Kemenkes agar Terhindar Virus Corona

Menkes Terawan Soal Virus Corona: yang Imunitas Tubuhnya Rendah

Suranto mengaku, dia terpaksa menaikan harga masker lantaran stok sulit dan permintaan tinggi.

Di tokonya saja untuk masker bermerek Sensi hanya tersisa 3 box saja. "Itu juga sudah dipesan oleh pelanggan," kata Suranto.

Dia mengaku sudah memesan masker ke penyuplai di Pasar Asemka, Jakarta. Namun sejak kemarin stok masker di penyuplai utama selalu kosong.

Dia hanya pasrah minimnya stok masker di penyuplai. "Kalau enggak ada lagi ya saya terus terang kepada pembeli bahwa masker memang tengah kosong," ucapnya.

Minimnya masker di penyuplai lantaran merek masker terkenal yakni Sensi sudah di-booking pemerintah.

"Kata orang Sensi mereka sudah dikontrak berapa juta masker gitu oleh pemerintah. Jadi hanya beberapa persen yang distok untuk ke pasar," ujar Suranto.

2 Warga Depok Positif Virus Corona, 48 Orang Terlibat Kontak Dilakukan Pemantauan Oleh Kemenkes

Takut Virus Corona, Banyak Undangan Batal Datang ke Pernikahan Jessica Iskandar-Richard

Suranto mengaku tidak berani menimbun masker. Alasannya, pemerintah kerap melakukan inspeksi mendadak.

Saat ini, di tokonya hanya tersisa masker bergambar yang kerap dipakai remaja dan anak-anak.

Harga masker itu masih Rp 50.000 per pak atau Rp10.000 per lembar.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved