MRT Jakarta

Bank DKI Bakal Terlibat Pendanaan MRT Fase II, Begini Skemanya

Bank DKI Bakal Terlibat Pendanaan MRT Fase II, Begini Skemanya. Simak selengkapnya dalam berita ini.

Bank DKI Bakal Terlibat Pendanaan MRT Fase II, Begini Skemanya
MRT

PT Bank DKI bakal terlibat pendanaan dalam proyek pembangunan jalur kereta Mass Rapid Transit (MRT) Fase III untuk rute Ujung Menteng-Kalideres pada tahun 2020 ini.

Nantinya Bank DKI akan merangkul Bank Pembangunan Daerah (BPD) lain untuk ikut serta pendanaan ini melalui sindikasi.

“Dana investasi tersebut akan dihitung berdasarkan kebutuhan dana yang dibutuhkan MRT dan kesiapan BPD. PT MRT Jakarta juga akan memperkirakan dana yang dibutuhkan untuk pembangunan Fase III rute Kalideres-Ujung Menteng,” kata Direktur Utama Bank DKI Zainuddin Mappa berdasarkan keterangan yang diterima pada Kamis (27/2/2020).

 Ajak BPD lain, Bank DKI Ingin Terlibat Pendanaan Proyek Fase III MRT

Menurut dia, pendanaan transportasi massal ini merupakan bentuk sinergi antar Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta.

Sinergitas antar BUMD sebetulnya tidak hanya terjadi dengan PT MRT saja, namun juga lembaga lainnya yakni PT Transjakarta, dan PT LRT Jakarta dalam sistem transaksi non-tunai kepada penumpang.

Direktur Keuangan dan Administrasi PT MRT Jakarta Tuhiyat mengatakan jumlah penumpang MRT dari Maret hingga Desember 2019 mencapai rata-rata 89.645 penumpang per hari.

“Peningkatan jumlah penumpang mengalami tren positif setiap bulannya dengan total per tahun mencapai 24.621.467 penumpang,” katanya.

Tuhiyat mengatakan kerja sama dengan Bank DKI sebenarnya telah dirintis melalui pengelolaan administrasi keuangan MRT. Terdapat empat bentuk rintisan kerja sama di antaranya 'payroll system', 'operational financing', 'fund placement', dan kesejahteraan lainnya.

 JALUR Pembangunan MRT Fase 2 Lebih Kompleks, Bakal Ada Rekayasa Lalu Lintas, Kecuali di Monas

Rute Kalideres-Ujung Menteng merupakan bagian dari koridor Timur-Barat (East-West) yang terbentang dari Balaraja hingga Cikarang sepanjang 31,7 Km.

Untuk tahap awal, MRT Jakarta akan fokus pada rute di dalam kota (inner Jakarta). Jika Pemprov DKI setuju, pembangunan koridor Timur-Barat inner Jakarta akan dibagi menjadi dua tahapan, yaitu stage I Kalideres-Cempaka Baru sepanjang 20,1 km dan stage II Cempaka Baru-Ujung Menteng 11,6 km.

Lantaran besarnya dana yang dibutuhkan, MRT Jakarta mengaku skema pembiayaan koridor Timur-Barat tidak bisa menggunakan strategi pinjaman antarpemerintah (G to G) seperti koridor Utara-Selatan Fase I dan II. 

Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved