Bambang Pamungkas Dukung Program Garuda Select, Beri Masukan ke Pemain Muda dan Bicara Hasil Akhir

Legenda sepak bola Indonesia dan Persija Jakarta Bambang Pamungkas mengapresiasi program Garuda Select yang dijalankan PSSI.

Bambang Pamungkas Dukung Program Garuda Select, Beri Masukan ke Pemain Muda dan Bicara Hasil Akhir
TRIBUN JAKARTA/WAHYU SEPTIANA
Manajer Tim Persija Jakarta Bambang Pamungkas saat diperkenalkan di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (17/1/2020). 

Legenda sepak bola Indonesia dan Persija Jakarta Bambang Pamungkas mengapresiasi program Garuda Select yang dijalankan PSSI.

Program pengiriman pemain muda Indonesia menjalani pelatihan di luar negeri dalam jangka waktu panjang bukan pertama kali dilakukan oleh PSSI.

Sebelumnya, PSSI sudah menjalankan program Primavera (1993-1995) dan Barreti (1995-1996) ke Italia serta SAD ke Urugay (2008-2010).

Jadi Manajer, Bambang Pamungkas Bakal Kenalkan Filosofi Persija ke Pelatih Anyar

Kini yang terbaru, PSSI gencar mengirimkan para pemain usia muda Indonesia berlatih di Inggris dan Italia dengan nama program Garuda Select.

Program pengiriman pemain muda menimba ilmu ke luar negeri dinilai bagus untuk meningkatkan kualitas dan wawasan pesepak bola Indonesia.

Adanya program Garuda Select turut diapresiasi oleh legenda sepak bola Indonesia dan Persija Jakarta, Bambang Pamungkas.

Bambang Pamungkas Jadi Manajer Baru Persija, Ismed Sofyan: Saya Pikir Cocok, Dia Atasan Saya

Pria yang akrab disapa Bepe itu sangat mendukung langkah PSSI menjalankan pengiriman pesepakbola usia muda berlatih di luar negeri.

"Program seperti ini bukan yang pertama, dulu kita pernah menjalankan program Primavera, Baretti, dan juga SAD," kata Bambang Pamungkas dalam rilisnya, Kamis (27/2/2020).

Menurut Bepe, program tersebut diharapkan bisa memberikan ilmu bermanfaat bagi para pesepakbola yang mendapatkan kesempatan dikirim ke luar negeri.

Garuda Select Kalah Lagi di Italia, Kali Ini Harus Akui Keunggulan Inter Milan U17 dengan Skor 3-2

Adanya program tersebut membuat pesepakbola Indonesia bisa belajar banyak dan memahami iklim kompetisi sepak bola di Eropa.

Halaman
12
document.addEventListener("DOMContentLoaded", function(event){ var cekclassread = document.getElementsByClassName("txt-article")[0]; if(cekclassread != undefined){ var content = document.getElementsByClassName("txt-article")[0].innerText; var gpt_safe = content.match(/\b(ak47|al jazeera|al qaeda|allah|Assad|bahan kimia|bencana|boikot|corona|covid-19|fatal|ganti rugi|gejala|gugur|hoax|hukuman|jokowi|kecelakaan|kejadian|keras|komplain|Kondom|kontroversi|korban|kriminal|palsu|pembunuhan|pemerkosaan|penyakit|peristiwa|pidana|polisi|porno|prabowo|racun|rasis|rasisme|seks|tersangka|viral|virus)\b/i); if(gpt_safe){ safe = 'no'; } else{ safe = 'yes'; } var keyword1 = content.match(/\b(virus|corona|pneumonia|paru-paru|karantina|demam|wabah|sesak napas|Wuhan|sesak dada|rs darurat|epidemic|pandemic|status darurat|SARS|corona virus|jangkit|covid|batuk|covid-19|MERS|penyebaran|penularan|patogen|CoV|Viruses|Korona|nCOV|isolasi diri|masker|terinfeksi|infeksi|mati|kematian|positif corona|lockdown|orang dalam pemantauan (ODP)|pasien dalam pengawasan (PDP)|suspect|sakit tenggorokan)\b/i); if (keyword1) { keyword_targetting1 = 'yes';} else { keyword_targetting1 = 'no';} }else{ safe = 'yes'; keyword_targetting1 = 'no'; } console.log('safe_branding =' + safe); googletag.pubads().setTargeting('safe_branding', safe); console.log('keyword_targetting1 =' + keyword_targetting1); googletag.pubads().setTargeting('keyword_targetting1', keyword_targetting1); });
Penulis: Wahyu Septiana
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved