La Liga Spanyol
Kecewa Terkena Pena Laser Thibaut Courtois Minta Keadilan
Kekalahan Real Madrid 0-1 dari Levante di pekan ke-25 La Liga Spanyol 2019-2020 menyesakan dada pemain Madrid. Kiper Madrid, Thibaut Courtois.
Penulis: Dodi Hasanuddin | Editor: Dodi Hasanuddin
Kekalahan Real Madrid 0-1 dari Levante di pekan ke-25 La Liga Spanyol 2019-2020 menyesakan dada pemain Madrid. Kiper Madrid, Thibaut Courtois, pun meminta keadilan.
Real Madrid takluk dari Levante di Stadion Ciudad de Valencia berkat gol tunggal José Luis Morales di menit ke-79.
Kekalahan Los Blancos, julukan Madrid, tersebut berefek domino. Dilansir dari the4thofficial.net, Madrid yang lama bertengger di puncak klasemen sementara La Liga Spanyol harus turun ke peringkat kedua akibat kekalahan tersebut.
Madrid kini terpaut dua poin dengan Barcelona yang berada di puncak klasemen dengan 53 poin.
Kekalahan itu membuat mental pemain Madrid turun jelang menghadapi Manchester City di laga pertama babak 16 besar Liga Champions.
Tak hanya itu, Madrid juga akan kesulitan kembali ke posisi pertama di klasemen La Liga Spanyol.
Sebab, di pekan ke-26 Madrid bertarung dengan Barcelona dalam laga bertajuk El Clasico.
Mengingat kondisi tersebut Courtois melakukan manuver. Dia meminta keadilan ke La Liga Spanyol.
Sebab, kekalahan yang dialami Madrid tersebut berkat ulah pendukung Levante.
Beberapa menit sebelum gawang Madrid kebobolah seorang pendukung Levante menyalakan pena laser ke mata mantan pemain Chelsea tersebut.
"Saya meminta keadilan. Saya telah menjadi target pendukung Levante. Ini sudah direncanakan. Pena laser mengenai mata saya beberapa menit babak kedua sudah dimulai. Ini mengganggu penglihatan saya," kata Courtois.
Sebelumnya Hernandez Ramos wasit yang memimpin pertandingan tersebut mengaku telah mendapatkan laporan dari Courtois tentang tindakan pendukung Levante yang menyalahkan pena laser.
Mendapatkan laporan tersebut, ia langsung menghubungi pengelola stadion dan setelah itu tidak terjadi lagi.
"Betul, pada menit ke-48 saya mendapatkan laporan dari Courtois. Saya juga mencatat kejadian itu sebagai laporan pertandingan ke La Liga Spanyol. Saya tidak tahu berapa kali Courtois terkena pena laser. Setelah saya sampaikan kelihan itu ke manajer stadion tidak ada lagi pena laser itu," kata Hernandez.
Bila La Liga Spanyol melakukan penyelidikan atas laporan tersebut, maka tidak menutup kemungkinan Levante mendapatkan sanksi denda. Tampaknya untuk membatalkan hasil pertandingan tersebut tidak mungkin.