Aplikasi Becak Online Gocab Mirip Gojek Muncul, Cocok Untuk Jakarta? Penciptanya Siswa Madrasah

Aplikasi Becak Online Gocab Mirip Gojek Muncul, Cocok Untuk Jakarta? Penciptanya Siswa Madrasah. Simak selengkapnya di dalam berita ini.

surya.co.id/hanif manshur
Muhammad Hariz Izzudin (kanan) berhasil menciptakan sebuah aplikasi becak online, aplikasi itu bernama Go-cab. 

GOJEK sudah begitu kuat. Kini sudah banyak warga Indonesia terbantu akibat Gojek. 

Nah, kini sebuah aplikasi baru muncul, dan menjadi wadah bagi becak, namanya Go-cab.

Apakah Gocab cocok untuk Jakarta? Mari kita simak selengkapnya.  

Pencipta aplikasi Gocab adalah siswa sekolah menengah di Kabupaten Lamongan.

VIDEO: Gojek, Kitabisa dan Baznas Kumpulkan Rp 1 Miliar untuk Korban Banjir Jabodetabek

Siswa bernama, Muhammad Hariz Izzudin berhasil menciptakan sebuah aplikasi becak online, aplikasi itu bernama Go-cab.

Menurut Hariz, nama Go-cab pada aplikasi buatannya tersebut tidak asal meniru nama sebuah aplikasi jasa transportasi online yang sudah terkenal.

"Go itu kan pergi, cab itu berasal dari pedicap atau becak, jadi Go-cab adalah pergi menggunakan pedicab," kata Hariz Kalau go-nya itu tidak melanggar hak cipta kok, kemarin sudah dikonsultasikan juga, untuk nama dan logo juga sudah dikonsultasikan.

Siswa kelas 11 Madrasah Aliyah (MA) Sains Roudlotul Qur'an Lamongan ini mengaku, pembuatan aplikasi Go-cab terinspirasi dari keluhan seorang tukang becak tentang sepinya penumpang.

Sehari Sebelum Meninggal Dunia, Suami BCL Ashraf Sinclair Sempat Jemput Putranya Naik Gojek

Hariz kemudian terpikir untuk meringankan beban pada tukang becak yang kalah dengan ojek online. Sementara dirinya juga sering memanfaatkan kendaraan bertenaga manusia ini.

Terbiasa naik becak, tanya-tanya sama bapak becaknya, satu hari itu dapat berapa kali ngangkut. Ternyata sangat miris, kadang 3 kali, 2 kali, kadang sehari hanya mendapat Rp 10 ribu.

"Masalahnya harus bersaing dengan ojek online," kata Hariz

Mendapati curahan hati dari tukang becak, Hariz kemudian memiliki angan-angan untuk membantu para tukang becak. Dari itulah ia kemudian membuat aplikasi.

"Terus saya tiba-tiba terpikir membuat aplikasi becak online," Hariz siswa asal Dusun Glendeh, Desa Tunggunjagir, Kecamatan Mantup ini.

Hotman Paris Ungkap Rahasia Jadi Pengacara Top, Jam Terbang dan Dekat dengan Bos Gojek

Hariz menjelaskan, aplikasi dirancang mulai pakhir Juli 2019 dengan 3 fitur pelayanan, yaitu Go-bela, Go-caktip dan Go-jet.

"Go-bela, itu untuk penumpang biasa, tapi kan muat lebih banyak jadi lebih menarik dari pada ojek motor biasa," katanya.

Halaman
12
Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved