Bupati Ade Yasin Ingatkan Semua Kepala Desa Agar Jangan Bermain-main Soal Dana Desa!

Dari Rp 500 juta itu, sebesar Rp 330 juta sudah digunakan oleh tersangka dan kini tersisa Rp 170 juta.

Bupati Ade Yasin Ingatkan Semua Kepala Desa Agar Jangan Bermain-main Soal Dana Desa!
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Seorang oknum kepala desa (kades) di wilayah Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor berinisial A ditahan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bogor pada Kamis (20/2/2020) karena terjerat kasus tindak pidana korupsi dana desa dengan total kerugian negara mencapai Rp 500 juta. 

Bupati Bogor Ade Yasin memberi peringatan kepada semua kepala desa untuk hati-hati menggunakan dana pemerintah.

Seruan itu disampaikan Ade Yasin menyusul pengungkapan kasus dugaan korupsi dana desa yang dilakukan seorang oknum kades yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor.

“Itu juga harus juga kehati-hatian. Jadi kepala desa supaya tidak ceroboh karena satu rupiah pun, uang negara itu pasti terpantau. Jadi jangan bermain-main soal dana seperti itu,” kata Ade Yasin saat ditemui TribunnewsBogor.com di pendopo, Cibinong, Jumat (21/2/2020).

Agar tindakan korupsi tersebut tidak terulang, Pemerintah Kabupaten Bogor, kata Ade Yasin, akan membuat tim khusus untuk memantau semua desa di Kabupaten Bogor.

Informasi yang dihimpun Warta Kota, oknum kepala desa yang terlibat kasus dugaan korupsi dana desa sebesar Rp 500 juta berinisial A. Yang bersangkutan merupakan kepala desa di wilayah Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor.

Kepada penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bogor, A mengaku uang tersebut untuk kebutuhan pribadi. A kini mendekam di Lapas Kelas IIA Cibinong (Pondok Rajeg).

Dari Rp 500 juta itu, sebesar Rp 330 juta sudah digunakan oleh tersangka dan kini tersisa Rp 170 juta.

“Sekitar Rp 170 juta kita sita dari kegiatan awal penyidikan dan AJB (Akta Jual Beli) rumah,” kata Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Bogor Rolando Ritonga, Jumat (21/2/2020) seperti dilansir TribunnewsBogor.com.

Dia menjelaskan anggaran dana desa yang disunat tersangka ini merupakan anggaran tahun 2018 saat tersangka masih menjabat kepala desa.

Sementara anggaran dana desa ini totalnya waktu itu mencapai Rp 800 juta.

Namun pada Pilkades serentak 2019, tersangka tidak lagi mencalonkan diri jadi Kades.

“Total dana desa yang diterima dari pusat dan pemda itu Rl 800 juta. Namun pada tahap ketiganya tidak dilaksanakan karena ternyata uangnya digunakan untuk keperluan pribadi si Kades,” kata Rolando Ritonga.

Kasi Intel Kejari Kabupaten Bogor Juanda menambahkan bahwa sampai saat ini penyidikan masih berlanjut sebelum nanti perkaranya dilimpahkan ke pengadilan.

“Kami berharap ini menjadi pelajaran bagi para kepala desa maupun perangkat desa yang lainnya dan kita berharap ini menjadi yang satu-satunya untuk (perkara) pengeluaran dana desa di tahun 2020,” ungkap Juanda.

Penulis: Dedy
Editor: Dedy
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved