Breaking News:

Formula E

Megawati Sayangkan Formula E Digelar di Monas, Sekda DKI: Biar Dikenal Dunia-Akhirat

Sekda Saefullah menyebut alasan Pemprov DKI lebih memilih Kawasan Monas sebagai lintasan sirkuit Formula E Juni 2020 mendatang dibanding daerah lain.

Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Sekretaris Daerah DKI JakartaSaefullah, Kamis (7/11/2019), mengaku kecewa dengan kabar yang beredar bahwa Pemprov DKI Jakarta terlambat menyerahkan dokumen Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2020 kepada legislator. 

“Dari siaran itu, orang semakin tahu dan nanti mereka cari informasi di peta atau di Google. Rupanya Monas ada di Indonesia, lalu dia akhirnya ke sini dan jadi banyak turis yang berkunjung,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Saefullah memastikan pembangunan lintasan Formula E di Monas tidak akan merusak cagar budaya yang ada di Monas.

Soalnya Tim Sidang Pemugaran (TSP) DKI Jakarta telah melakukan kajian yang matang terhadap rencana itu.

 Ridwan Kamil: Saya Sudah Perintahkan Dinas Pendidikan Pecat Guru Pukul Siswa

“Kan enggak ada yang dirusak. Siapa sih yang mau merusak? Enggak ada yah. Enggak ada yang merusak. Ini semua urusan membangun, enggak ada urusan merusak, enggak ada,” katanya.

Megawati: Gubernur DKI Tahu Apa Tidak Itu Cagar Budaya?

KETUA Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Sukarnoputri mengingatkan Monumen Nasional (Monas) merupakan cagar budaya.

Megawati menyayangkan rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar balap mobil Formula E di kawasan Monas.

Sebab, Monas merupakan cagar budaya. Artinya, tidak boleh digunakan untuk Formula E.

 Partai Demokrat Bantah AHY Calon Tunggal Gantikan SBY, Ibas Juga Bisa Jadi Calon Ketua Umum

Namun, Megawati meminta untuk tidak dibenturkan dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved