Breaking News:

Perang Iran vs AS

TERUNGKAP, Kim Jong Un Sempat Larang Warga Pakai HP Saat Jendral Iran Qasem Soleimani Dibunuh AS

Terungkap, Kim Jong Un Syok Saat Jendral Iran Qasem Soleimani Dibunuh AS, Sempat Larang Pakai HP

Editor: Wito Karyono
Daily Mail
Di tengah sifatnya yang demikian brutal itu, Kim Jong Un ternyata ketakutan, dia bersembunyi, saat mengetahui orang nomor dua Iran, Qassem Soleimani tewas dibunuh AS. 

Kunjungan berupa inspeksi lapangan yang terkenal karena keburukannya kepada para pekerja di pabrik pupuk, yang sedang dibangun di Sunchon, Provinsi Pyongan Selatan.

Kim Jong Un terlihat di depan umum untuk pertama kalinya sejak kematian jenderal Iran, Qassem Soleimani.

Pemimpin Korea Utara itu mengunjungi pabrik pupuk yang sedang dibangun di Sunchon, Provinsi Pyongyang Selatan.

Kim Jong Un memberikan panduan lapangan kepada para pekerja di pabrik pupuk.

Ada preseden bagi penguasa Korea Utara lenyap pada saat krisis internasional terjadi.

Kronologi Terbaru Meninggalnya Ashraf Sinclair, Ashraf Sempat Berbincang dengan BCL Sebelum Ajal

Mantan pemimpin Korut adalah Kim Jong Il langsung menghilang dari mata publik selama 25 hari, setelah invasi AS ke Afghanistan pada tahun 2001, dan menghilang selama 50 hari, setelah invasi Irak pada tahun 2003.

Seperti bapak, seperti anak atau like father, like son adalah istilah yang tepat untuk kedua sosok tersebut.

Kelakuan mereka mirip dan senang menebar ketakutan kepada dunia, khususnya negara-negara yang dianggap sebagai ancaman.

VIDEO : Awalnya Enggan, Kerabat Sebut Karen Pooroe Akan Hadiri Proses Autopsi Putrinya

Tentang Terbunuhnya Qassem Soleimani

Sebelumnya diketahui bahwa Qassem Soleimani, seorang Mayor Jenderal yang menjabat Kepala Pasukan Quds Korps Garda Republik Islam Iran, tewas akibat serangan rudal RX9 Ninja dari drone MQ-9 Rapier militer AS atas perintah Donald Trump.

Qassem Soleimani tewas di komplek Bandara Internasional Baghdad, Kamis (2/1/2020) malam waktu setempat.

Operasi pembunuhan ini dijalankan Pentagon atas perintah Presiden Donald Trump.

Qassem Soleimani saat itu baru tiba dari Beirut, Lebanon.

Turut tewas pada serangan udara terencana itu Abdul Mahid al-Muhandis, Deputi Komandan Popular Mobilization Unit (PMU) Irak.

PMU atau nama Arabnya Hasd al-Shaabi merupakan paramiliter Syiah yang sudah diintegrasikan di tubuh militer Irak.

KASUS Lagu Syantik Siti Badriah, Nagaswara Bawa Saksi Ahli Perkarakan Gen Halilintar di Pengadilan

Selama bertahun-tahun, Qassem Soleimani menjalankan operasi rahasia membantu Irak dan Suriah memusnahkan gerombolan kejam ISIS dan jaringan Al Qaeda di kedua negara tersebut.

Pertanyaan menariknya, bagaimana jalan cerita sehingga Trump akhirnya memutuskan mengeliminasi jenderal kharismatik dan terpopuler di Iran serta Timur Tengah itu?

Laman berita Israel, Haaretz.com mengutip artikel Associated Press (AP), Minggu (5/1/2020) menuliskan kronologi situasinya hingga Trump memencet kode merah pembunuhan Qassem.

Proses intinya terjadi ketika Trump tengah menghabiskan libur Natal dan tahun barunya di Mar A-Lago, Florida.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jenderal Iran Qasem Soleimani Dibunuh AS, Korea Utara Larang Penggunaan Ponsel", Penulis : Ardi Priyatno Utomo

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved