Virus Corona

Virus COVID-19 Lebih Dasyat Serang Organ Tubuh Manusia Dibanding SARS dan MERS

Bagaimana virus corona baru COVID-19 menyebabkan kematian lebih cepat dibanding SARS dan MERS? Ini bagian tubuh yang diserangnya

Virus COVID-19 Lebih Dasyat Serang Organ Tubuh Manusia Dibanding SARS dan MERS
EPA-EFE/YUAN ZHENG CHINA OUT
Pekerja rumah duka mengambil jenazah seorang penduduk, yang dilaporkan meninggal karena novel coronavirus (2019-nCoV) di rumah, di luar gedung tempat tinggal di Wuhan, di provinsi Hubei, Tiongkok tengah, 01 Februari 2020 

WARTA KOTA -- Adanya wabah virus corona merebak di China, tetapi satu hal yang pasti penyakit ini dapat menimbulkan  kerusakan di seluruh tubuh manusia.

Bagaimana virus corona baru COVID-19 menyebabkan kematian lebih cepat dibanding SARS dan MERS?

Berikut penjelasan ahli perjalanan COVID-19 merusak tubuh manusia yang dikutip Wartakotalive.com dari Nationalgeographic.com

Seperti itulah sifat dari virus korona zoonosis masa lalu, yang berubah dari hewan ke manusia seperti SARS dan MERS.

Tidak seperti SARS dan MERS yang menyebabkan pilek, virus korona yang muncul ini dapat memicu api yang disebabkan oleh virus di banyak organ seseorang, dan penyakit baru itu - dijuluki COVID-19 oleh Organisasi Kesehatan Dunia pada Selasa (11/2/2020).

COVID-19 Jadi Nama Resmi Virus Korona, Ini Artinya

Besok Sudah Boleh Pulang, Ini keseharian WNI Wuhan Selama Karantina Virus Corona di Natuna

Itu membantu menjelaskan mengapa epidemi Covid-19 telah menewaskan lebih dari 1.300 orang, melampaui angka kematian SARS dalam hitungan minggu.

Sementara itu tingkat kematian untuk COVID-19 tampaknya sepersepuluh dari SARS, virus corona baru telah menyebar lebih cepat.

Kasus yang dikonfirmasi naik menjadi lebih dari 60.000 pada hari Kamis (13/2/2020), hampir melompat 50 persen relatif terhadap hari sebelumnya.

Lompatan ini mencerminkan perubahan dalam cara pemerintah China mendiagnosis infeksi alih-alih perubahan besar dalam lingkup wabah.

Daripada menunggu pasien untuk tes positif terhadap virus, diagnosa yang dipakai sekarang termasuk siapa pun yang scan dada mengungkapkan pola pneumonia COVID-19 yang khas.

Halaman
123
Penulis: Dian Anditya Mutiara
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved