Hari Valentine

MENTERI Kesehatan: Kalau Ingin Menyayangi Pasangan, Minumlah Jamu

MENTERI Kesehatan Terawan Agus Putranto bersama para pegawai di Kementerian Kesehatan, menggelar kegiatan minum jamu bersama.

TRIBUNNEWS/APFIA TIOCONNY BILLY
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto minum jamu bersama pegawai Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Jumat (14/2/2020). 

MENTERI Kesehatan Terawan Agus Putranto bersama para pegawai di Kementerian Kesehatan, menggelar kegiatan minum jamu bersama.

Kegiatan minum jamu bersama tersebut dilakukan setelah melakukan senam sehat bersama di lapangan Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Jumat (14/2/2020).

Menkes Terawan menyebutkan, dengan kegiatan minum jamu bersama tersebut ia ingin terus memopulerkan minuman tradisional yang berkhasiat pada kebugaran tubuh itu.

Guru yang Pukuli Siswanya Pernah Cekcok dengan Rekan Kerja Sampai Lempar Kursi dan Banting Komputer

“Acara ini ingin membangkitkan kembali kearifan lokal dan budaya, yang membuat Indonesia tetap sehat melalui jamu yang menunjang gaya hidup sehat,” kata Menkes Terawan.

Dan bertepatan dengan Hari Kasih Sayang alias Hari Valentine, Menkes Terawan menyebutkan jamu bisa jadi alat sarana menunjukkan kasih sayang.

“Mudah-mudahan jadi dorongan di hari kasih sayang ini. Yang ingin menyayangi pasangannya, pakailah jamu,” saran Terawan.

BACOK dan Coba Rebut Senjata Aparat, Polisi Tembak Mati Perampok Spesialis Motor Gede

Bahkan, Menkes Terawan mengulangi perkataannya untuk menunjukkan kasih sayang dengan jamu itu sampai dua kali.

“Sekali lagi saya ulangi ya, kalau ingin menyayangi pasangannya pakailah jamu,” ulang Terawan.

Seperti yang pernah diungkapkan Menkes Terawan, jamu beras kencur selalu jadi andalannya untuk menjaga stamina tubuh.

KIAI NU Diusulkan Jadi Bapak Asuh Anak-anak ISIS Eks WNI Jika Jadi Dipulangkan Pemerintah

Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto mengatakan, terapi kerokan yang populer di masyarakat Indonesia, bisa dijadikan daya tarik wisatawan asing di sektor wisata kebugaran.

“Kalau yang lain menjual apa, seperti terapi bekam, dan kita jual kerokan,” ucap Terawan, saat peluncuran Konsep dan Peta Jalan Pengembangan Wisata Kesehatan, Jakarta Selatan, Selasa (19/11/2019).

Kerokan, menurut Terawan, punya ciri khas yang unik dan cara penerapannya juga mudah, tapi bisa menghasilkan pemasukan yang banyak.

 Kuasa Hukum: Memang Negara Susah Banget Sampai Ambil Uang Korban First Travel?

Cukup dengan terapi selama 25 menit, katanya, pengunjung bisa langsung merasakan perubahan pada tubuhnya, dan pembuka jasa kerokan bisa langsung mendapatkan pemasukan.

"Jangan menyepelekan kerokan, kalau 100 kamar dengan timnya hanya 20 sampai 25 menit, begitu keluar minum jamu, sudah berapa kan (keuntungannya)? Tambah pijat lagi,” papar Terawan,

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved