Hingga Tahun 2022, DKI Targetkan Bangun 13.000-an Hunian DP Rp 0

Saat ini, Pemprov DKI Jakarta memiliki 73 kegiatan strategis daerah, di antaranya adalah penyediaan rumah DP Rp 0

Hingga Tahun 2022, DKI Targetkan Bangun 13.000-an Hunian DP Rp 0
Warta Kota/Rangga Baskoro
Pelaksanaan topping off atau pemasangan atap unian DP 0 rupiah Klapa Village di Jalan H Naman, Duren Sawit, Jakarta Timur, telah rampung. 

Pemprov DKI Jakarta melalui Perumda Pembangunan Sarana Jaya menargetkan realisasi hunian uang muka atau Down Payment (DP) Rp 0 sampai 2022 mendatang mencapai 13.830 unit.

Meski realisasinya sampai Agustus 2019 baru ada 780 unit, namun Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI itu tetap optimistis target akan tercapai.

Direktur Pengembangan Perumda Pembangunan Sarana Jaya, Indra S Arharrys, mengatakan, target yang dipatok tersebut mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DKI Jakarta 2017-2022. Untuk target tahun 2021 adalah 3.050 unit, lalu pada 2022 sekitar 10.000 unit.

Kelahiran Claire Herbowo, Buah Kesabaran Shandy Aulia dan David Herbowo Selama 9 Tahun Pernikahan

Usai Dilantik Anies, Pengprov ISSI DKI Akan Perbanyak Event Balap Sepeda di Jakarta

Pemusatan Latihan Perdana Timnas Indonesia Belum Dihadiri Seluruh Pemain

“Ini sebenarnya harapan kami sebagai BUMD dalam mendukung Pemprov DKI menyediakan rumah DP 0 Rupiah,” kata Indra pada Jumat (14/2/2020).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) kurang lebih 1,4 juta rumah tangga di Jakarta belum memiliki rumah tinggal sendiri. Hal tersebut selain faktor lahan yang sedikit, juga mahalnya nilai objek tanah di Jakarta.

Demi ketersediaan hunian yang terjangkau, pihaknya membantu dan mendukung kebijakan Pemprov DKI dalam membangun rumah dengan konsep tingkat atau vertikal. “Program DP 0 Rupiah ini program unggulan Pemprov DKI Jakarta bagi warga berpenghasilan rendah, sebagai solusi warga Jakarta pada tahap awal memiliki rumah dengan harga terjangkau,” ujarnya.

Sinergi

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta, Nasrudin Djoko Surjono, mengatakan, pemerintah selalu berupaya untuk berkolaborasi dengan sektor swasta dalam mengimplementasikan rancangan pengembangan kawasan.

Evan Dimas Ungkap Kelebihan Gaya Melatih Sergio Farias, Punya Perbedaan Khusus dengan Pelatih Lokal

Tim Bulu Tangkis Indonesia Melenggang ke Semifinal Badminton Asia Team Championships 2020

Pria Curi Dua Handphone Tetangga Diringkus Polres Metro Depok: Pelaku Terpergok Pemilik

Saat ini, Pemprov DKI Jakarta memiliki 73 kegiatan strategis daerah, di antaranya adalah penyediaan rumah DP Rp 0, penataan kawasan pemukiman, hingga perbaikan tata kelola rumah susun.

Karenanya, keberadaan BUMD seperti Perumda Sarana Jaya ini juga membawa ‘special mission vehicle’ untuk bersinergi bersama Pemprov DKI untuk membangun Jakarta. Adapun tujuan dari berbagai pembangunan ini adalah untuk memfasilitas warga DNI berpenghasilan rendah (MBR) dan menata pemukiman kumuh secara kolaboratif.

Pembangunan ini juga dilakukan tidak hanya top down tapi juga botton up, di mana Pemprov DKI melakukan kolaborasi dengan berbagai komunitas. “Jadi kalau dulu warga dipandang sebagai objek, kini mereka dilibatkan dalam pembangunan, melalui pendekatan yang partisipatif dan kolaboratif,” kata Nasrudin.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Agus Himawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved