Berita Bekasi

TKA China di Meikarta Cuma 100 dari 260 Orang saat Pemeriksaan Virus Corona, ke Mana yang Lain?

DPRD Kabupaten Bekasi bingung data TKA China di Meikarta 260 orang susut jadi 100 orang saat pemeriksaan virus corona, ke mana lainnya?

Penulis: Muhammad Azzam |
Gambar konsep perkantoran dan hunian apartemen Meikarta 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Muhammad Azzam

BEKASI, WARTAKOTALIVE.COM - Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi terus melakukan pemeriksaan virus corona terhadap Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China.

Pemeriksaan telah dilakukan beberapa hari lalu, sebagai bentuk kewaspadaan penyebaran penyakit mematikan tersebut.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Sri Enny Mainiarti, proses pemeriksaan TKA asal China terkait virus corona dilakukan bersama Dinas Tenaga Kerja, Imigrasi, Kepolisian, dan TNI.

Petugas melakukan surveillance syndrome.
Petugas melakukan surveillance syndrome. (Dok. AP II)

Hal itu dilakukan guna memastikan tidak ada TKA asal China yang terjangkit virus corona.

"Hasil pemeriksaannya negatif, kami belum menemukan adanya TKA asal China yang terpapar virus corona," ujar Sri ketika dihubungi Wartakotalive.com, pada Senin (10/2/2020).

Sri menerangkan pihaknya melakukan pengecekan ke sejumlah perusahaan yang mempekerjakan TKA asal China berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja setempat.

"Kemarin kita sudah periksa ke PT Mahkota Sentosa Utama (Meikarta), PT CCEC, PT Wuling.

"Hari ini juga kawan-kawan ke perusahaan yang mempekerjakan TKA China, semuanya dalam kondisi tidak ada yang mengarah ke virus corona," jelas Sri.

Saat ditanya, adanya TKA China ilegal sehingga terlewat untuk dilakukan pemeriksaan, Sri Enny menegaskan pihaknya hanya berpegang pada data dari instansi terkait.

"Posisinya kami mempercayai laporan mereka. Kalau engga tahu orangnya terus kita mau cari ke mana, posisinya sesuai apa adanya yang dilaporkan," imbuh dia.

Oleh karena itu, ia meminta agar para perusahaan yang mempekerjakan TKA China terbuka dan melaporkan keberadaan pekerjanya.

"Demi kepentingan bersama kesehatan bersama. Posisinya itu, yang rugi mereka sendiri kalau engga melaporkan," kata Sri.

Sri menyebut pihaknya lebih fokus melakukan pemeriksaan TKA asal China yang baru datang atau pulang berlibur dari negaranya.

"Kan yang kita pantau itu sebenarnya yang baru datang dari China.

"Kalau yang sudah lama di Indonesia si sebenarnya Insya Allah tidak akan terinfeksi," terang dia.

Ribuan TKA asal China ilegal

Sebelumnya, diduga ada ribuan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China ilegal yang bekerja di proyek Meikarta, Cikarang, Kabupaten Bekasi.

Hal itu diungkapkan salah satu anggota DPRD Kabupaten Bekasi usai mengikuti proses pemeriksaan bersama Dinas Ketenagakerjaan dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi serta instansi terkait di lokasi proyek Meikarta.

"Itu didapatkan saat saya bersama dinas dan instansi terkait melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap TKA China di Kabupaten Bekasi.

"Saat di Meikarta ternyata ada ribuan TKA China ilegal," kata Budiyanto kepada Wartakotalive.com, pada Senin (10/2/2020).

Ia menerangkan saat proses pemeriksaan pihak Meikarta seperti menyembunyikan para TKA China tersebut.

Sebab, berdasarkan data Dinas Ketenagakerjaan ada 260 TKA China di proyek Meikarta. Begitu juga data dari Kantor Imigrasi.

Bahkan saat pemeriksaan virus corona hanya 100 TKA China saja yang terdapat di mess atau bedeng.

Kemungkinan TKA China lainnya sudah kabur ke hotel maupun ke lokasi lain.

"Data Disnaker itu ada 260 TKA China di Meikarta, tapi mereka ngaku hanya ada 7.

"Tapi berdasarkan prediksi dan investigasi jumlahnya bisa mencapai 3.000, mereka yang tidak terdata ini ilegal," beber dia.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi, Suhup, mengungkapkan kemungkinan itu bisa saja terjadi.

Akan tetapi, pihaknya tak ingin fokus ke hal itu sebab lebih mengutamakan proses pemeriksaan terkait virus corona tehadap para TKA asal China.

"Berdasarkan data ada 260 pekerja China di Meikarta, itu barang kali kemungkinan lebih.

"Tapi sekarang kita konsentrasi kepada penanganan virus corona itu, pemeriksaan kesehatan," ujar Suhup.

Terkait kemungkinan adanya TKA Ilegal di proyek Meikarta, Suhup menerangkan akan melakukan evaluasi keseluruhan dan koordinasi dengan Kantor Imigrasi.

"Nanti berikutnya kita akan evaluasi keseluruhan terkait dengan ketenagakerjaan asing yang ada di Kabupaten Bekasi.

"Saya engga mau terlalu jauh bicara itu," jelas dia.

Suhup menyebut semua kejadian itu ada hikmahnya, termasuk dengan adanya pemeriksaan virus corona ini terhadap para TK China.

"Kita fokus masalah kesehatan, pasti kita arahnya kesana periksa semua. Tiap kejadian itu ada hikmahnya, kejadian virus corona ini barangkali," ucap dia.

Suhup menerangkan sejauh ini hasil pemeriksaan terhadap TKA China di Kabupaten Bekasi tidak ada indiksi yang terkena virus corona.

"Hasil pemeriksaan belum ada indikasi yang terkena corono. Sudah kita lakukan pemeriksaan ke beberapa perusahaan, seperti Meikarta, Wuling dan lainnya engga ada," beber dia.

Ia menambahkan pemeriksaan terhadap TKA China di Kabupaten Bekasi masih terus berlangsung.

Pemeriksaan dilakukan ke perusahaan yang banyak memperkerjakan TKA terutama asal China.

"Proses pemeriksaan masih terus berjalan ke perusahaan yang mempekerjakan TKA China," papar dia.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi, Budiyanto menyebut diduga ada ribuan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China ilegal yang bekerja di proyek Meikarta, Cikarang.

Hal itu terungkap setelah pihaknya bersama Dinas Ketenagakerjaan dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi melakukan pemeriksaan virus corona terhadap sejumlah TKA China di kawasan industri.

"Itu didapatkan saat saya bersama dinas dan instansi terkait melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap TKA China di Kabupaten Bekasi.

"Saat di Meikarta ternyata ada ribuan TKA China ilegal," kata Budiyanto kepada Wartakotalive.com, pada Senin (10/2/2020).

Ia menerangkan saat proses pemeriksaan pihak Meikarta seperti menyembunyikan para TKA China tersebut.

Sebab, berdasarkan data Dinas Ketenagakerjaan ada 260 TKA China di proyek Meikarta. Begitu juga data dari Kantor Imigrasi.

Bahkan saat pemeriksaan virus corona hanya 100 TKA China saja yang terdapat di mess atau bedeng.

Kemungkinan TKA China lainnya sudah kabur ke hotel maupun ke lokasi lain.

"Data Disnaker itu ada 260 TKA China di Meikarta, tapi mereka ngaku hanya ada 7. Tapi berdasarkan prediksi dan investigasi jumlahnya bisa mencapai 3.000, mereka yang tidak terdata ini ilegal," beber dia.

Budiyanto menjelaskan Meikarta tengah membangun 15 tower, sehingga tidak mungkin jika hanya dikerjakan oleh 10 atau 260 TKA saja.

"Ini prediksi dan investigasi, Meikarta ini lagi bangun 15 tower, nah hitung aja masa 10 orang yang kerjain. Saya juga kan cari info. Satu tower itu bisa dikerjakan 200-an orang di kali 15. Artinya 3.000 ribu TKA China, karena di area itu saya lihat tidak ada pekerja lain," ungkap dia.

Ia meminta pihak Meikarta membuka diri, sebab jika benar ada ribuan TKA China artinya masih banyak dari mereka yang belum dilakukan pemeriksaan virus corona.

Di luar persoalan TKA China ilegal, Budiyanto berharap agar seluruh TKA China yang ada dapat segera dilakukan pemeriksaan.

Hal itu dikarenakan menimbulkan rasa khawatir warga atas penyebaran virus corona.

"Kalau kayak gini kan jadi semakin sulit, jika kita bicara penyebaran virus corona ya. Yang berpotensi menciptakan masalahnya tidak jelas malah ngumpet," kata dia.

"Ini cenderung sulit jadinya, diduga mereka kabur dari mess atau bedeng. Kalau pergi dari bedeng menyebarnya kemana ya kan jadi semakin menyebar ke masyarakat kita. Ada yang ke hotel, ke kontrakan di perumahan elit di Cikarang nah itu semakin tdk terkendali," ujar politisi PKS tersebut.

Budiyanto yang merupakan daerah pemilihan (dapil) wilayah Cikarang Selatan atau lokasi keberadaan proyek Meikarta meminta Dinas Kesehatan bersama Dinaker bekerja keras dalam memastikan seluruh TKA khususnya TKA China dilakukan pemeriksaam virus corona.

"Saya berharap dinas terkait terus all out kerjasama dengan pengembang (Meikarta) ataupun perusahaan vendornya agar bisa memeriksa semua pendatang dari China. Tidak perlu bicara legal atau ilegal tapi periksa dulu karena usuran itu (TKA ilegal) bahasannya lain walaupun itu harus diurus juga," kata dia.

Pemeriksaan virus corona tidak hanya bisa diwakil oleh 100 orang saja akan tetapi satu per satu harus diperiksa.

"Manajemen Meikarta harus dapat bersinergi dengan Pemkab Bekasi memastikan TKA China aman dari virus corona sehingga tidak berpotensi menyebar dan membahayakan warga Cikarang, apalagi kan banyak dari TKA itu yang baru pulang dari imlek di China," papar dia. (MAZ)

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved