Senin, 20 April 2026

Yori Dianiaya Calo Setelah Bikin SIM Sekaligus Meliput Pelayanan di Satpas SIM Daan Mogot

Yohanes Riadi, wartawan Tribratanews, media resmi Polri sempat membuat SIM sekaligus meliput pelayanan di Satpas SIM Daan Mogot sebelum dianiaya calo.

Penulis: Budi Sam Law Malau |
Warta Kota/Nur Ichsan
Suasana tes praktek kendaraan jenis mobil di Satpas SIM Daan Mogot, Polda Metro Jaya, Jakarta Barat, Kamis (21/6/2018). 

Yohanes Riadi, wartawan Tribratanews, media resmi Polri sempat membuat SIM sekaligus meliput pelayanan di Satpas SIM Daan Mogot sebelum dianiaya calo.

Yori, sapaan akrabnya, babak belur dihajar sejumlah calo yang berkeliaran di Satpas SIM Daan Mogot, Rabu (29/1/2020).

Menurut keterangan Yori, saat itu dia datang ke Satpas SIM untuk membuat SIM sekaligus meliput pelayanan di kantor itu.

Ia sempat melihat sejumlah orang yang diduga calo dan melapor ke tim khusus anti calo yang ada di Satpas.

Anggota tim langsung bertindak namun sekelompok orang yang diduga calo itu melarikan diri keluar area kantor.

Jurnalis media online tribratanews, Yohanes Riadi yang akrab disapa Yori menjadi korban pengeroyokan oleh para calo di Satpas SIM Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, Rabu (29/1/2020).
Jurnalis media online tribratanews, Yohanes Riadi yang akrab disapa Yori menjadi korban pengeroyokan oleh para calo di Satpas SIM Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, Rabu (29/1/2020). (Warta Kota/Budi Sam Law Malau)

Yori lalu menjalani proses pembuatan SIM dan setelah selesai hendak beranjak pulang. Saat itulah dia dicegat dan dianiaya kelompok orang yang diduga calo tadi.

Sebagaimana diwartakan sebelumnya, jurnalis Tribratanews dianiaya sejumlah orang yang diduga calo di Satpas SIM Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat.

Jurnalis media online Tribratanews, Yohanes Riadi yang akrab disapa Yori menjadi korban pengeroyokan oleh para calo di Satpas SIM Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, Rabu (29/1/2020).

Akibatnya, Yori mengalami babak belur dan wajahnya luka-luka hingga berdarah. Diantaranya bagian hidung robek, kedua pipinya lebam, dahinya memar, bibirnya bengkak serta luka lain di tubuhnya.

Tribratanews adalah portal berita resmi Polri sehingga penganiayaan wartawannya ini dapat dikategorikan serangan terhadap Polri.

Karena kejadian ini Yori, sempat menjalani perawatan medis di klinik terdekat dan akan dirujuk ke rumah sakit terdekat.

Saat dikonfirmasi Warta Kota, Yori mengaku saat itu sedang melakukan tugas jurnalistiknya.

Namun saat baru saja keluar dari kantor Satpas SIM Daan Mogot, ia dikeroyok oleh sedikitnya 10 orang calo di sana.

Yori setelah dirawat luka-lukanya.
Yori setelah dirawat luka-lukanya. (Warta Kota/Budi Sam Law Malau)

"Saya dikeroyok sama calo di sana. Jadi saya sempat ngeliat ada dua oknum diduga calo beraksi. Lalu tiba-tiba banyak calo atau rekan mereka lainnya yang datang ngerumunin saya, dan terus akhirnya mengeroyok saya tanpa sebab," kata Yori melalui sambungan telepon kepada Warta Kota, Rabu (29/1/2020).

Yori mengatakan ia akan membuat laporan polisi atas pengeroyokan yang menimpa dirinya.

"Saya akan buat laporan polisi, agar kejadian ini tidak menimpa wartawan lainnya yang bertugas," kata Yori.

Sementara itu, Kasie SIM Daan Mogot, Kompol Lalu Hedwin mengatakan, dirinya akan mendalami kronologi kejadian yang menimpa Yorim

"Saya akan tanya dan temui langsung ke bang Yori, terkait kronologis sebenarnya seperti apa," kata Yori.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved