Minggu, 19 April 2026

Kriminalitas

Wartawan Terjerembab ke Got Saat Dikeroyok Ketika Dia Mengurus Pembuatan SIM di Satpas Daan Mogot

Akibatnya, Yori mengalami babak belur dan wajahnya luka-luka hingga berdarah. Di antaranya bagian hidung robek, kedua pipinya lebam, dahinya memar.

Penulis: Budi Sam Law Malau |
Namesake
Ilustrasi pengeroyokan wartawan oleh komplotan preman. 

Seorang jurnalis media online tribratanews, Yohanes Riadi yang akrab disapa Yori babak belur dikeroyok oleh para calo, usai keluar dari Satpas SIM Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, Rabu (29/1/2020).

Akibatnya, Yori mengalami babak belur dan wajahnya luka-luka hingga berdarah.

Di antaranya bagian hidung robek, kedua pipinya lebam, dahinya memar, bibirnya bengkak serta luka lain di tubuhnya.

Karena kejadian ini Yori sempat menjalani perawatan medis di klinik terdekat dan akhirnya dirujuk ke RSUD Cengkareng.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, mengungkapkan saat dikeroyok para pelaku, Yori sampai tersungkur di got. "Lalu para pelaku melarikan diri," katanya di Mapolda Metro Jaya, Rabu (29/1/2020).

Kepolisian akan Memeriksa Pihak Pengelola Apartemen Kalibata City yang Mendukung dan Terbuka

Peristiwa, katanya, berawal, saat Yori datang ke Satpas SIM dengan tujuan membuat SIM C.

"Sampai di lokasi, ia ditawari oleh 2 orang tidak dikenal dalam pembuatan SIM."

"Namun, Yori menolak dan langsung melaporkan ke petugas kepolisian atau timsus di sana," katanya.

Karenanya, petugas bergerak dan langsung mengamankan 2 orang tersebut.

"Kemudian 2 orang itu didata petugas," katanya.

Kemudian kata Yusri, korban membuat SIM C secara resmi.

"Setelah selesai lalu Yori ke warung kantin nomor 3. Saat duduk ia melihat 1 orang diatas motor menatapinya dengan jarak pandang 6 meter," kata Yusri.

Status Penyakit Pasien RSPI dengan Riwayat Seusai Melakukan Perjalanan dari Cina Menunggu Hasil Lab

Kemudian, katanya sekira pukul 13.15, Yori pulang dengan mengendarai motor.

"Saat melintas di depan masjid, ia merasa diikuti oleh sepeda motor yang dinaiki 2 orang. Lalu saat keluar dari gerbang Satpas terlihat beberapa motor mengikuti Yori," katanya.

Lalu sampai di lokasi, motor yang dikendarai Yori dipepet dan setelah berhenti, salah seorang pelaku mempertanyakan kenapa Yori melaporkan rekan atau keluarganya ke timsus.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved